Proyek Infrastruktur Akan Ditawarkan di BIMP-EAGA
Diposkan: 29 Aug 2018 Dibaca: 946 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, BALIKPAPAN- Pemerintah terus mendorong adanya peluang kerjasama investasi dengan negara tetangga di wilayah BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Malaysia, dan Philippines). Salah satunya dengan menawarkan proyek infrastruktur transportasi.
Penawaran ini, akan disampaikan Delegasi Indonesia dalam pertemuan The 6th BIMP-EAGA Transport Cluster Meeting yang dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur pada 29 hingga 30 Agustus 2018.
“Jadi kerjasama BIMP-EAGA ini secara umum adalah kerjasama investasi perdagangan, ekonomi, dan pariwisata dari 4 negara ini. Kita yang berbatasan di wilayah BIMP-EAGA ini ada Kalimantan dan juga ada Sulawesi, jadi di dalam usulan kerjasama kita untuk BIMP-EAGA ini ada beberapa proyek yang kita usulkan,” ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional Dewa Made Sastrawan dilansir dari laman resmi dephub, pada Rabu (29/8/2018).
Sejumlah proyek infrastruktur transportasi yang akan ditawarkan tersebut Ro-Ro Davao-Bitung di Sulawesi Utara dan proyek kereta api Trans Sulawesi Makassar-Parepare. Untuk menarik minat investor berinvestasi, pemerintah mendukung pengembangan infrastruktur di Kalimantan seperti jalan tol (Balikpapan – Samarinda – Bontang) dan kereta api.
“Kami dari Kemenhub penangungjawab sektor transportasi sangat berkepentingan untuk mendukung dan memberikan suatu konektivitas jadi satu sinergi antara program BIMP-EAGA ini dengan pembangunan yang dilakukan di Kalimantan Timur dan Kalimantan pada umumnya. Dan ini sangat penting dalam sektor transportasi,” ujar Made.
Pembangunan infrastruktur di Kalimantan ini nantinya lanjut Made akan dikaitkan dengan program-program yang ada di BIMP-EAGA. Sehingga keberadaannya akan memberi dampak positif bagi kemajuan provinsi.
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak berharap pertemuan ke 6 BIMP-EAGA ini akan dapat merealisasikan kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara BIMP-EAGA.
“Harapan saya pertemuan ke 6 ini akan lebih merealisasikan kerjasama kita Indonesia dengan semua negara BIMP-EAGA. Kelihatannya ke depan opportunity dan kesempatan itu akan terwujud tinggal saya sangat berharap kepada sektor pariwisata. Jangan hanya mengusahakan batubara, kebun, kehutanan tapi juga sektor lainnya ada perikanan, pariwisata, UMKM, dll,” harap Awang. (*/UKM01)