Produk Inovasi Uis Karo Berhasil Tampil di Fashion Week

Produk Inovasi Uis Karo Berhasil Tampil di Fashion Week

Diposkan: 24 May 2018 Dibaca: 747 kali



UKMKOTAMEDAN.COM-Ide Averiana Barus untuk mempopulerkan uis Karo, ternyata tidak berjalan mulus dan lancar. Ave-sapaan akrabnya, sempat mendapat cercaan bahkan bullying di sosial media, karena dianggap merusak kesakralan nilai uis Karo.

"Saya bukan tidak belajar dan riset lebih dulu ketika ingin menggunakan jenis jenis dari uis Karo. Saya rasa tidak ada yang salah. Tapi segelintir orang kerap menyalahkan dan berpendapat bahwa apa yang saya buat malah merusak nilai dari uis karo," ungkap Ave.

Menurut Ave uis Karo sudah sejak lama ada dan dipakai oleh orang Karo untuk beragam aktifitas mulai berladang, acara adat pernikahan, peresmian dan lain-lain. Tapi semenjak adanya lembaga agama yang membagikan uis dalam dua jenis untuk perempuan dan pria. Misalnya saja uis beka buluh (belah bambu). Warna dasar Uis Beka Buluh ini merah cerah, bagian tengah bergaris Kuning, Ungu, Putih dan pada tepian dan ujung kain terdapat motif-motif ukiran Karo yang dibuat dengan benang emas. Kain ini dipakai sebagai Bulang (penutup kepala/topi) pada laki-laki,dan juga dipakai sebagai cekok-cekok (penghias bahu) yang diletakan sedemikian rupa pada bahu laki-laki, selain itu kain ini juga biasa diletakkan di atas tudung wanita.

Uis Nipes yaitu Kain yang jenisnya lebih tipis dari kain-kain lainnya dan memiliki bermacam-macam motif dan warna (merah, coklat, hijau, ungu dan sebagainya), uis ini biasa digunakan sebagai selendang bagi wanita. Dan Ave mengeksplorasi kain kain ini. Warna cerah kain uis beka buluh, dijadikan produk turunan seperti tas, gelang dan kalung. Menurut kebiasaan uis ini hanya dipakai kaum pria. Dan Ave memutuskan melanjutkan terus, meski komentar komentar membullynya tetap saja ada.

Dan keberuntungan menghampiri Ave, ketika dia termasuk dalam nominasi dan menjadi salah satu pemenang pada ajang Penghargaan Perempuan Inspiratif Nova (PIN) 2017. "Siapa sangka saya bisa mendapatkan ini, karena teman meliput dan saya berusaha mewujudkan niat menaikkan kepopuleran uis Karo. Dan ini jadi penyemangat yang gak ternilai harganya. Saya bersyukur sekali, meskipun saya belum maksimal dan sempat tidak pede dengan produk hasil karya saya. Dan puji syukur karena saya punya keluarga dan teman-teman yang justru banyak mensupport, apalagi tim kerja yang mau sama-sama membangun Rumah Uis," tuturnya.

Produk inovasinya bahkan sudah beberapa kali tampil dalam pameran busana Fashion Week Kota Medan dan tampil memeriahkan event pemilihan putri PLN.  "Saya bikin 10 dress berbentuk gaun panjang dengan potongan elegan. Saya pikir ini awal mengenalkan jenis kain. Meski belum tentu ada yang beli, tapi belakangan malah banyak yang menyewa baju untuk keperluan pre-wedding. Tapi beberapa baju lain, ada yang laku terutama yang saya unggul kan, yaitu desain original Rumah Uis, kain dengan motif uis Julu bewarna hitam dan biru Dongker, tampil dengan mini dress dan dress panjang menarik minat pembeli karena warna elegan dan simple," jelas gadis kelahiran Delitua, 29 Maret 1987 ini. (wina/UKM02)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved