Pria Asal Surabaya Ini Sukses Buka Usaha Bakso di Medan

Pria Asal Surabaya Ini Sukses Buka Usaha Bakso di Medan

Diposkan: 11 Jul 2019 Dibaca: 17 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Siapa yang tidak suka bakso. Mungkin hanya segelintir orang yang tidak suka.

Kuliner dengan pentolan bakso dan kuah nan gurih ini memang menjadi makanan yang paling dicintai masyarakat Medan sejak lama.

Dadang Afrianto (35) warga Jalan Teratai Lingkungan 2 Medan Polonia pindahan dari Kota Surabaya mencoba peruntungan di Kota Medan dengan berjualan bakso dan kini sukses dengan konsumen yang tak pernah sepi.


Dengan brand Bakso Ariel, Dadang mengatakan usahanya berdiri sejak 10 tahun lalu. Awalnya diceritakanya ia datang ke Medan bekerja di restoran, kemudian muncul keinginannya  untuk  membuka usaha sendiri. Saat itu ia belum menikah.  

"Lalu saya memulai dengan menjual bakso dorong dan menjajakannya secara keliling seputaran Multatuli dan itu berlangsung selama 3 tahun," katanya.

 Namun meski diakuinya sabar kendati merasa lelah mendorong gerobak bakso itu akhirnya kesabarannya
dibalas Tuhan dengan meningkatnya usaha baksonya dengan berjualan di sebuah ruko di jalan Multatuli.

"Di sini lebih nyaman, kalau jualan didorong dorong gitu kadang saya merasa letih, untuk tingkat pembeli lebih banyak setelah saya berjualan di ruko ini," ucapnya.

Pria asal Surabaya ini juga mengakui dulunya ia hijrah ke Medan karena ingin mengubah nasib dengan harapan mendapatkan pekerjaan. Dimana kebetulan keluarganya juga sudah ada yang terlebih dulu hijrah ke Medan.

Pertama kali ia jualan bakso miliknya hanya ia banderol Rp5000 dan saat ini ia juga membandrol harga yang sangat terjangkau oleh konsumennya yakni Rp10 ribu perporsinya.  Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Dadang ini juga mengatakan ia tidak bisa memberikan harga mahal dikarenakan pangsa pasarnya menengah kebawah.


"Saya lihat langganan saya menengah kebawah,  jadi saya tidak berani membuat harga mahal," ujarnya.

Saat merintis usaha ini ia hanya punya modal Rp3 juta. "Itu saya gunakan untuk membeli gerobak, dan bahan baku pembuatan bakso. Bakso dan bumbu kaldu ia buat sendiri. Tetapi kali ini ia sudah memiliki 3 karyawan dan juga dibantu istrinya dalam proses membuat bakso," jelasnya.

Dalam perhari 300 mangkok ludes terjual. "Kebanyakan langganan saya itu orang pekerja, mahasiswa dan juga masyarakat sekitar," katanya.  

Merintis usaha ini ia mengaku pernah mengalami jatuh bangun dimana ia mencoba membuka cabang di Jalan Sekip, dan juga buka usaha kuliner ayam penyet tak jauh dari usahanya saat ini.

Semua cabang itu tidak berjalan lancar dan akhirnya tutup. Harapan Dadang ingin mengembangkan sayap justru patah ditengah jalan dan ironisnya semuanya harus tutup. "Saya akhirnya fokus pada satu usaha saya ini saja," ucapnya.

Terkait adanya bantuan pemerintah dalam memberikan dorongan usahanya ia menegaskan selama puluhan tahun ia berjualan tidak pernah ada pemerintah ikut andil dan berperan serta padahal menurutnya sebagai pengusaha kecil-kecilan sangat membutuhkan perhatian pemerintah. "Saya berharap pemerintah peduli dengan para pelaku usaha, sejauh ini kalau kami butuh modal kami minjam sendiri ke bank," ungkapnya lagi.


Meski pernah mengalami  pengalaman pahit saat membuka cabang, ayah dari 1 orang anak ini tidak patah semangat bahkan tidak kapok untuk membuka cabang lagi."Saya masih ingin buka cabang lagi, tidak muluk-muluk 1 aja cabangnya dulu cukup tapi lancar," tegasnya optimis.  

Untuk mewujudkan itu ia saat ini mengumpulkan modal. dan ia berharap usahanya terus berkembang. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved