Potensi Industri Kreatif Terus Dipacu
Diposkan: 14 Jul 2019 Dibaca: 808 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus memacu potensi industri kreatif dalam negeri bertumbuh. Sebab selain mendorong peningkatan jumlah wirausaha baru, industri kreatif juga berperan penting dalam berkontribusi bagi perekonomian nasional.
“Kami secara rutin telah melaksanakan berbagai event untuk memberi ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satunya, dengan acara Creative Talk sebagai kick-off dari kegiatan pengembangan kewirausahaan melalui program Creative Business Incubator- Bali Creative Industry Center (BCIC),” kata Direktur Jenderal IKMA KemenperinGati Wibawaningsih di Jakarta, Minggu(14/72019).
Melalui kegiatan tersebut, menurut Gati, pihaknya akan membagikan pengetahuan kepada peserta tentang strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, dan peningkatan motivasi dalam berwirausaha.
Pada kesempatan itu, kegiatan yang juga diisi dengan talkshow, menghadirkan sejumlah narasumber di bidang industri kreatif, antara lain Founder Spedagi dan Radio Magno Singgih Susilo, Founder Eboni Watch Afidha Fajar, serta Head of Design and Product Development Brodo Footwear Ahmad Kharisma.
Gati berharap, melaui acara tersebut, dapat meningkatkan minat generasi muda atau generasi milenial dalam berwirausaha dan semangat untuk terus mengembangkan usahanya.
Pada tahun 2018 sebutnya, industri kreatif mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap PDB nasional, dengan diperkirakan mencapai Rp1.000 triliun. Adapun tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen).
Untuk itu, Dirjen IKMA menambahkan, Kemenperin fokus memacu potensi ekonomi kreatif yang cukup besar tersebut. Langkah strategis ini juga untuk merebut peluang adanya bonus demografi di Indonesia.
“Pada tahun 2030 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana proporsi usia produktif penduduk usia 20-39 tahun diperoyeksi mencapai lebih dari 88 juta jiwa. Sehingga perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang nantinya bisa mengambil peluang dari bonus demografi itu," paparnya.
Gati pun menyampaikan, Indonesia adalah negara yang memiliki budaya yang sangat beragam. Hal ini menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, Kemenperin mendirikan BCIC pada tahun 2015 lalu, yang berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku industri kreatif kriya dan fesyen untuk mengembangkan usahanya.
“Konsepnya di BCIC, yaitu meet-share-collaborate, di mana para pelaku industri bisa bertemu, berbagi pengalaman dan ide kreatif, sehingga pada akhirnya bisa berkolaborasi untuk menciptakan karya bersama,” imbuhnya.