Potensi Besar, Tanaman Herbal Perlu Dikembangkan

Potensi Besar, Tanaman Herbal Perlu Dikembangkan

Diposkan: 15 Nov 2019 Dibaca: 289 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA -Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman hayati termasuk tanaman herbal. Bahkan, sekitar 80 persen tanaman herbal dunia tumbuh di Indonesia. Namun sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Meskipun berlimpah, dari 1.845 spesies yang teridentifikasi sebagai tanaman obat, baru 283 spesies yang resmi terdaftar di BPOM dalam penggunaan sebagai obat dan telah digunakan masyarakat.

“Indonesia adalah negara dengan biodiversitas terbesar kedua dunia setelah Brazil. Kurang lebih ada 28 ribu spesies tanaman yang 1.845 diantaranya teridentifikasi sebagai tanaman obat,” ujar Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti  Kemenristekdikti, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti saat itu menjadi pembicara kunci dalam The 6th International Conference on Pharmacy and Advanced Pharmaceutical Sciences (ICPAPS) 2019, Kamis (14/11/2019).

Dalam paparnya pada acara yang diselengggarakan Fakultas Farmasi UGM di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta dilansir dari ugm.ac.id, Ghufron menyebut dengan besarnya potensi tersebut, pengembangan dan riset obat dari tanaman herbal di tanah air perlu dilakukan. Ini juga sebagai upaya mendukung kemandirian bahan baku obat nasional.

Dia mencontohkan tanaman bajakah yang dalam beberapa waktu terakhir sempat booming dianggap berpotensi sebagai anti kanker. Pemerintah telah mengidentifikasi spesies tanaman ini ke dalam tanaman herbal. Kendati begitu, potensi sebagai anti kanker masih belum teruji secara klinis.

“Sudah kita identifikasi, tetapi bukti empiris sebagai obat kanker belum ada. Masih perlu identifikasi zat mana yang efektif untuk anti kanker,” katanya.

Oleh sebab itu, dia menekankan pengembangan obat herbal yang berasal dari kekayaan alam Indonesia sangat diperlukan. Pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai obat ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi bangsa, terutama dalam mendukung kemandirian bangsa dalam bidang obat. Sebab, hingga kini lebih dari 95 persen bahan baku obat diperoleh dengan impor dari negara lain.

“Kalau potensi yang ada ini bersama-sama dikembangkan, di bawah Dikti kan ada 20 RS dan 14 RSGM, kalau diuji maka potensinya luar biasa untuk menekan impor bahan baku obat,” ujarnya. (*)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved