Pondok Pesantren Bisa Cetak Wirausaha Industri Modern

Pondok Pesantren Bisa Cetak Wirausaha Industri Modern

Diposkan: 17 Feb 2019 Dibaca: 668 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Pondok pesantren mempunyai potensi besar dalam mendorong pertumbuhan wirausaha industri baru di Indonesia.

Kementerian Perindustrian optimis, selain didukung jumlah santri yang besar, pondok pesantren juga telah memberikan bekal bagi kepribadian para santri sehingga memiliki jiwa dan mental yang tangguh.

“Kami optimis akan tumbuh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) darilingkungan ponpes. Untuk itu, kamiterus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para santri agar bisaberindustri sebagai bagian dari pelaksanaan program Santripreneur,”kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Menurut Gati, program Santripreneur bertujuan  untuk  meningkatkan kemampuan para santri dalam menekuni wirausaha yang lebih inovatif dan berdaya saing. Langkah strategis ini diakukan dengan pemanfaatan teknologi digital yang sedang berkembang seiring penerapan industri 4.0.

“Jadi, mereka tidak hanya mampu memproduksi barang yang bagus, tetapi juga Santripreneur yang modern,” ujarnya.

Salah satu implementasi proyek percontohan pada program ini, dilaksanakan di Ponpes Ushuluddin, Desa Belambangan, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Kegiatan yang digelar pada 14 Februari 2019 tersebut, Kemenperin memfasilitasi lokakarya tentang cara pemasaran digital yang diikutisebanyak 400 santri.

“Kegiatan workshop di bidang e-commerce inimelatih dan membina para kepala produksi dan santri yang terlibat dalam produksi di masing-masing unit usahayang sudah ada di ponpes,” tutur Gati.

Menurutnya, melalui penyelenggaraan acara  tersebut,  diharapkan dapat meningkatkan jangkauan akses yang luas untuk pemasaran produk-produk IKM milik Ponpes Terpadu Ushuluddin. Pasalnya, tidak hanya memberikan keterampilan teknis berproduksi yang baik, tetapi mereka juga mendapat fasilitas akses pemasaran utamanya melalui online atau dunia digital sesuai program e-Smart IKM.

“Sehingga dari program Santripreneur ini, mampu mendorong kemandirian umat sebagaimana yang dicita-citakan Bapak Presiden Joko Widodo,” tegasnya.

Gati menyebutkan, selama tahun 2013-2018,  Kemenperin telah membina sebanyak 20 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri yang menjadi peserta.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami, diantaranya adalah  pelatihan produksi serta bantuan mesin danperalatan di bidang olahan pangan danminuman seperti roti dan kopi, perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, sertadaur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair,” ungkapnya.(*)

Sumber : kemenperin


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved