Pisang Sale Awai Unggulkan Tanpa Biji, Pemasarannya hingga ke Luar Kota

 Pisang Sale Awai Unggulkan Tanpa Biji, Pemasarannya hingga ke Luar Kota

Diposkan: 12 Nov 2019 Dibaca: 2427 kali


 

 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Ardiansyah (34) warga Jalan Limau Manis Gang Sepakat No  43A Tanjung Morawa, Deliserdang rintis usaha pisang sale kuliner khas Aceh di  Deliserdang.

Ini dilakukannya karena sulitnya menemukan penjual pisang sale di Deliserdang. "Usaha ini memang masih baru, namun hadirnya usaha saya ini dapat membantu orang-orang yang ingin dan merindukan pisang sale," jelasnya.

Ardiansyah juga mengaku usaha ini hadir karena kebetulan ada temannya  yang sangat  suka dengan pisang sale, tetapi untuk membelinya sedikit susah atau jauh harus ke Aceh, jadi ia  berfikir bagaimana caranya membuat pisang sale di Deliserdang.

"Kebetulan saya juga orang Aceh jadi saya hubungi keluarga-keluarga di Aceh dan saya  belajar cara membuat pisang sale, sampai akhirnya bisa menjadi usaha seperti sampai sekarang ini," ucapnya.

Pada awalnya, dengan modal Rp200 ribu ia memproduksi 4,5 kg pisang sale dengan cara manual. Pisang ia peroleh dari pedagang di sekitaran Tanjung Morawa. Pisang yang ia gunakan adalah pisang pilihan yaitu tidak berbiji sehingga pisang sale buatannya lebih lembut.

"Saya gunakan pisang tanpa biji, lalu diproses dengan memanggang secara manual, saya masih menggunakan tungku dan semua proses masih out door," ungkapnya.

Menariknya, pisang sale dengan brand Awai ini dikatakanya juga tidak menggunakan pemanis buatan.

Pisang Sale Awai inipun ditegaskannya sudah masuk ke sejumlah toko oleh-oleh, dan ia pasarkan ke saudara, teman dan rekan-rekannya dan juga sudah ada agen yang ikut membantunya memasarkan produknya itu.

Pria yang merupakan ayah dari 2 anak ini membeberkan kendala yang kini ia alami di usahanya ini yaitu selain tempat pemanggangan yang ia rasa masih kurang nyaman, kendala cuaca yang kini cenderung sering hujan kurang mendukung usahanya.

"Kendala saya saat  produksi karena  tungku panggangan masih di out door atau diluar ruangan jadi kurang nyaman saya rasa," ungkapnya.

Usahanya terus mengalahkan perkembangan, kini ia harus produksi 3 kali dalam seminggu yaitu sebanyak 20 kg untuk memenuhi permintaan. Selain permintaan dalam kota, ada juga peminat dari luar kota seperti Jakarta.

Ia berharap usahanya terus berkembang dan bisa membantu orang-orang terdekat (keluarganya) dalam hal lapangan pekerjaan.

"Pisang sale ini saya banderol hanya Rp45 ribu/kg, tidak mahal namun sudah bisa cicipi pisang sale berkualitas, tanpa pemanis buatan, juga pisangnya tanpa biji jadi lebih lembut," tandasnya. (UKM06)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved