Pisang Gosong Andalan Batubara, Mampu Tingkatkan Perekonomian Kaum Ibu
Diposkan: 14 Nov 2018 Dibaca: 1460 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Kesejahteraan kaum ibu dapat dilihat bagaimana ia dapat membantu memenuhi kebutuhan dan ekonomi rumah tangga. Hal inilah yang dapat terjadi di salah satu desa di Kabupaten Batubara.
Pasalnya, telah terbentuk satu kampung sentra produksi jajanan atau cemilan. Semua pengerjaan mulai dari proses hingga pengemasan dilakukan oleh kaum ibu yang memanfaatkan waktu kosong dan memperoleh penghasilan tambahan untuk keluarga.
Berdasarkan keterangan Indarti, Pembina UKM dari Dinas Koperasi Kabupaten Batubara, kampung tersebut secara sendirinya terbentuk. Awalnya hanya beberapa kaum ibu yang menjadi binaan memproduksi jajanan atau cemilan seperti roti ketawa, kue bawang dan lainnya, kemudian belum lama ini dilakukan uji coba membuat keripik pisang gosong yang bahan bakunya pisang serawang. Ternyata hasilnya bagus, keripik pisang gosong memiliki cita rasa yang khas, manis meski tidak menggunakan gula atau pemanis buatan.
"Pisang serawang ini banyak ditemukan di Kabupaten Batubara, harganya murah. Satu sisir hanya Rp6000, dan kita tidak perlu menambah dengan gula atau garam,bahkan pewarnaan. setelah proses penggorengan akan tetap manis. jelas Indarti kepada ukmkotamedan.com baru-baru ini.
Belum lama diproduksi, akhirnya penganan yang enak dicicipi ketika bersantai ini langsung banyak yang suka. Dan pemasaran pun sampai ke Labuhanbatu hingga Pekanbaru.
Sijelaskanya, jika dilihat sekilas, warnanya yang hitam dan teksturnya yang keras membuat tidak menarik untuk mencicipinya, namun jika dicoba sekali, keripik pisang gosong ini akan menjadi salah satu pilihan cemilan jika berkunjung ke Kabupaten Batubara.
"Saat ini produksi kita sudah mencapai 250 kg per hari. Permintaan cukup tinggi. Harga pisang serawang pun kini sudah meningkat dipasaran setelah kita lakukan inovasi," tegasnya.
Sayangnya keripik pisang gosong ini belum memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dikatakan terkendala oleh kehigienisan tempat produksi. Pengrajin pisang gosong masih memanfaatkan dapur belakang rumah dan terkadang ada juga membangun pondok-pondok sederhana sehingga belum memenuhi syarat yang ditentukan MUI.
Kendati demikian, dikatakannya, pihaknya terus melakukan pembinaan dan menuju yang lebih baik, agar keripik pisang gosong ini mendapat pasar yang bagus jika sudah memenuhi izin -izin yang dibutuhkan.
Untuk harga, hanya dibandrol Rp5000 dan dijual juga di sentra-sentra UKM. (UKM06)