Pilih Pensiun Dini dari BUMN dan Jadi Petani Jamur Tiram

Pilih Pensiun Dini dari BUMN dan Jadi Petani Jamur Tiram
Sukanan Setiawan

Diposkan: 30 Sep 2018 Dibaca: 1520 kali


 

 

UKMKOTAMEDAN.COM, DELISERDANG-Menjadi petani biasanya bukan pilihan pekerjaan bagi sebagian orang, khususnya yang tinggal di kota besar. Tapi berbeda dengan pria yang satu ini.


Di memilih pensiun dini dari pekerjaannya di salah satu BUMN, dia lalu banting setir jadi petani. Namanya Sukanan Setiawan (55 tahun).

Seorang petani budidaya jamur tiram putih di kawasan Jalan Benteng Hilir, Dusun XVI, Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, atau berbatasan langaung dengan Kecamatan Medan Tembung.

Ditemui belum lama ini, mantan asisten manajer di Telkom Medan tersebut menuturkan, usaha jamur yang dirasa cukup menjanjikan, menggelitik hasratnya untuk memutuskan meninggalkan aktivitas kantoran. Keputusan pensiun di usia kerja itu semakin kuat setelah di saat yang sama, perusahaan kebetulan memberikan tawaran pensiun dini bagi karyawan.

"Ada tawaran pensiun dari kantor bagi yang mau, asal tidak terpuruk dan harus tetap eksis.  Kebetulan saya juga pengen budidaya jamur tiram. Jadi saya putuskan pensiun 1 Oktober 2011 lalu dan selanjutnya menjalankan usaha jamur ini," katanya belum lama ini.

Beralih menjadi petani jamur tiram putih, pria asal Lamongan Jawa Timur itu bukan tanpa modal ilmu dan pengalaman. Dia menyebutkan, 2008 silam, dia pernah melakukan eksperimen dengan membeli baglog atau media tanam jamur tiram  sebanyak 3000 buah dengan harga satuan Rp3 ribu dengan total biaya Rp9 juta. Dalam waktu satu periode atau lima hingga enam bulan atau saat panen, dia mengantongi uang Rp19 juta.  "Dari situ untungnya sudah 100% dan ini bukan omong kosong," katanya lagi.

Dia yang mengaku hanya coba-coba awalnya, selanjutnya mulai l serius dalam menjalankan budidaya tersebut.a Lalu dengan modal uang pesangon dari PT Telkom, dia memulai langkah baru menjadi petani jamur tiram putih sesungguhnya, yang dimulai dari membeli sebidang tanah dan membangun kumbung di ranah tersebut.

Dengan modal hingga sekitar Rp50 juta dengan rincian untuk membeli kumbung seharga Rp20 juta, dan Rp30 juta untuk beli baglog sekitar 10 ribu, dia bisa menghasilkan empat ton jamur tiram putih.

"Jadi dengan empat ton itu dengan harga pasaran Rp25 ribu perkilo, atau harga agen Rp20 ribu per kilo, maksimal bisa dapat Rp80 juta," beber pria dengan latar belakang pendidikan Teknik Elektro itu.

Budidaya jamur tiram kata dia cocok dikembangkan di daerah yang memiliki iklim tropis. Sedangkan biaya yang diperlukan untuk memulai usaha ini selain relatif tidak mahal juga bisa dilakukan bertahap.

"Cara membudidayakannya cukup mudah, hanya saja ada kesulitan juga seperti saat membuat baglog media tanam untuk tempat timbuh bibit jamur. Pada proses inilah banyak para petani pemula mengalami kegagalan," jelas pria yang sejak 1998 berada di Medan itu.

Sukanan mengatakan, dalam proses budidaya jamur tiram terdapat beberapa tahap. Pertama membuat baglog atau media tanam untuk menginokulasikan bibit jamur dalam media tanam tersebut.

Media tersebut disimpan ke dalam sebuah kumbung hangat sehingga akan ditumbuhi miselium yang berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium yang sudah tumbuh dalam media taman sampai menjadi jamur.

Selain untuk bahan masakan, jamur tiram putih kata dia bisa menurunkan kolesterol, mencegah penyakit jantung, diabetes, sebagai anti oksidan, anti tumor, anti kanker, memperlancar sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. "Budidayanya tidak sulit asalkan mempunyai lahan yang cukup untuk inkubasi media jamurnya," paparnya.

Ketelatenannya membuahkan hasil yang cukup baik dibantu anaknya. Puluhan juta dia dapatkan dari penjualan jamur tiram, baik melalui agen ataupun pembeli langsung.

"Sekarang, syukur sekitar Rp70 juta hingga Rp80 juta bisa saya dapatkan dalam satu periode (empat bulan)" pungkasnya.(UKM05)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved