Pesantren Didorong Bentuk Koperasi
Diposkan: 09 Jun 2018 Dibaca: 1244 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Pondok pesantren didorong untuk membentuk koperasi. Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menumbuhkan wirausaha industri baru.
“Kami terus mendukung peran koperasi menjadi kekuatan baru yang bisa mengakselerasi peningkatan daya saing industri dalam negeri terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM),”ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dilansir dari laman resmi kemenperin.go.id, Sabtu (9/6/2018).
Hal ini disampaikan Airlangga saat berkunjung di kediaman KH Maimoen Zubair, di Pondok Pesantren Al-Anwar, Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Senin (4/6).
Koperasi sebutnya, mampu menghimpun dan melibatkan banyak masyarakat dalam menumbuhkan aktivitas wirausaha. Sehingga dapat mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia. “Apalagi, kita punya potensi dari jumlah pondok pesantren yang sangat banyak dan tersebar di seluruh daerah,” tuturnya.
Airlangga menyebutkan, program koperasi di pondok pesantren sejatinya telah digalakkan sejak lama. Bahkan telah populer ketika di era orde baru.
“Namun program tersebut sempat vakum hingga kini,”ujarnya seraya mengajak untuk kembali mengidupkan koperasi ini, sehingga para santri bisa mulia bekerja sendiri dan dapat mempekerjakan masyarakat sekitar.
Airlangga optimis, pelaksanaan program koperasi di setiap pondok pesantren, mampu menciptakan ekosistem perekonomian di tanah air. Selain itu, para santri bisa mencukupi kebutuhannya dengan penghasilan tambahan dari usaha di pondok pesantren.“Pemerintah sangat mendukung kegiatan wirausaha di pondok pesantren,”imbuhnya.
Kemenperin sebutnya, telah menginisasi program Santripreneur. “Kami punya dua model, yakni santri berindustri dan santri berkreasi,” ungkap Airlangga. Santri berindustri jelas Airlangga merupakan upaya pengembangan unit industri yang telah dimiliki pondok pesantren maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial.
Sedangkan, model santri berkreasi merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok peantren untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.
“Kami juga memberikan bantuan peralatan dan mesin sesuai kebutuhan pondok pesantren, seperti untuk membuat roti, air minum dalam kemasan, dan pengolahan sampah," sebutnya. Menperin berharap, program tersebut dapat terlaksana secara luas di seluruh Indonesia, terlebih di wilayah Jawa Tengah yang memiliki jumlah pondok pesantren cukup banyak. (***/UKM01)