Pertahankan Prinsip Go Green, Rendang Dendisiko Beromset Jutaan Rupiah

Pertahankan Prinsip Go Green, Rendang Dendisiko Beromset Jutaan Rupiah
Denny Martias memegang produk rendangnya.

Diposkan: 14 Sep 2018 Dibaca: 1302 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Rendang merupakan satu di antara makanan terenak di dunia asal Sumatera Barat (Sumbar) Indonesia. Dimasak pada momen spesial seperti Idul Fitri, IdulAdha dan hari besar lain. Namun kini, makanan berbahan dasar daging sapi bisa dimakan di berbagai kesempatan.

Tidak lagi harus memasaknya dalam kuali berjam-jam, penikmat rendang kini bisa langsung membeli makanan jadi. Bukan dengan membeli di restoran Minang/Padang, kini rendang juga tersedia dalam kemasan. Salah satunya, rendang "Dendisiko" milik Denny Martias (44 tahun) yang dirintis sejak tiga tahun lalu.

Ditemui di Hotel Griya Medan, Jumat (14/9/2018), Martias mengatakan, keputusannya menjadi pengusaha rendang dalam kemasan setelah melihat peluang bisnis tersebut berkembang cukup terbuka. Apa lagi, kemasan rendang membuat daya tahan makanan tersebut jadi lebih lama sehingga bisa dibawa ke mana saja.

"Rendang ini kan makanan yang sudah mendunia. Saya putuskan membuat dalam kemasan karena bisa dibawa ke mana saja karena daya tahannya sekitar 12 hari, cukup lama," ujarnya kepada ukmkotamedan.com.

Memanfaatkan peralatan milik orang tuanya yang memutuskan berhenti dari usaha katering lantaran sudah beranjak tua, karyawan swasta ini mulai mengolah makanan yang kelezatannya didapat dari aneka rempah dan santan kelapa tersebut, tahun 2015 silam.

"Kita buat usaha rendang dengan empertahankan prinsip go green (ramah lingkungan) dengan memakai bumbu alami, tanpa pengawet dan penyedap rasa," ujar alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) itu.

Diakuinya, beberapa persoalan timbul di awal. Salah satunya, masyarakat belum terbiasa makan rendang yang dikemas. Selain itu, plastik kemasan yang dia pakai kurang baik lantaran pendeknya masa konsumsi produk tersebut.

"Kesulitan awal di pemasaran. Masyarakat masih asing dengan rendang dalam kemasan karena masih terbiasa makan di restoran. Tapi zeiring waktu bisa diterima pasar," kata dia.

Mulai dikenal lewat promosi dari-mulut-ke-mulut, satu masalah terselesaikan. Namun persoalan lain, soal kemasan,  masih perlu dicarikan solusi. Selain butuh solusi agar lebih berkembang, akhirnya sejak 1,5 tahun lalu, Denny melakukan beberapa inovasi, apa lagi persaingan usaha di bidang tersebut mulai terasa.

Kemasan rendang tidak lagi menggunakan plastik, tapi berbahan aluminium foil yang dikemas cantik dan menarik. Beragamnya peminat membuat Denny membagi kemasan dalam lima ukuran, yakni 1 Kg mg, 500 Gram  400 Gram dan sachet berukuran 90 Gram dengan harga Rp20 ribu hingga Rp260 ribu.

"Yang sachet isinya 2 potong, harganya Rp20 ribu, itu yang jadi favorit karena menarik dan lebi terjangkau. Selain itu kita juga ada kemasan yang isinya lima sachet ukuran 90 Gram. Itu juga favorit," ucapnya.

Soal daya tahan rendang, dia menjamin keamanan konsumsi produk tersebut selama 12 hari. "Untuk "aman" konsumsi 12 hari. "Sertifikat halal MUI kita sudah selain izin p-irt. Sejak 1,5 tahun lalu, kemasan yang saya pakai itu aluminium foil, karena rendang tidak akan kena sinar matahari, apalagi segelnya juga rapi. Tapi rencana saya akan pakai vakum meminimalisir udara di dalam kemasan karena bisa membuat daya tahan produk lebih lama," kata Denny.

Untuk produk rendangnya sendiri, Denny memakai konsep Melayu/Minang karena diproduksi di tanah Melayu. Soal rasa, dia menjelaskan, rendang tersebut dimasak kering dengan bumbu dan daging sapi khusus, bukan di bagian paha. Bumbu yang digunakan membuat rendang terasa agak manis, tapi bukan karena mencampurkan gula.

Suami dari Ade Fitri Panjaitan itu mengatakan, mempromosikan lewat jalur konvensional mulai lewat nomor ponselnya +628126579655, hingga memanfaatkan teknologi komunikasi seperti di media sosial hingga  e-commerce, daya jangkau produknya cukup jauh. Selain di kawasan Medan dan sekitarnya, Dendisiko dikirim ke kota lain seperti Jakarta, Bali, Pasuruan, Kalimantan hingga ke negara macam Slovakia.

"Ada yang bawa ke luar negeri sampai ke Slovakia sebagai oleh-oleh juga. Apa lagi mungkin karena di Eropa saat butuh makanan bisa dapat yang gak jelas dan tidak halal. Mungkin juga karena jarak tempuh yang jauh, rendang Dendisiko bisa langsung dibuka kemasannya dan langsung dimakan. Ada juga yang untuk travelling ke Jepang, jamaah umroh juga. Pemasaran dari mulut ke mulut, media online Facebook, Instagram, dan marketplace, begitulah. Untuk di Medan kita pakai go-food. Kalau alamat rumah produksi di Jalan Flamboyan Raya, Komplek Waikiki Blok C No 7," ucapnya.

Dalam menjalankan usahanya, dia dibantu dua karyawan untuk produksi dan pengemasan produknya. Setiap pekannya, tiga hingga empat kali dia memproduksi rendang dengan kapasitas lima kilogram daging setiap kali produksi.

Dia juga dalam waktu dekat akan bekerjamasa dengan biro perjalanan haji dan umroh agar produknya bisa dikonsumsi jamaah di tanah suci, Mekkah dan Madinah.

Jutaan rupiah omset tiap bulannya dia dapat dari usaha tersebut. Sementara saat Idul Fitri, kenaikan pemesanan bisa mencapai 200%, kendati di momen Idul Adha omset turun drastis. "Omset jutaan ajalah dibilang," ujarnya dengan rona wajah agak malu-malu.

Belum puas dengan apa yang dia dapat saat ini, Denny mengatakan ingin terus mengembangkan usahanya tersebut, salah satunya dia bertekad bisa mendirikan outlet di Jeddah, Arab Saudi. Selain itu, dia saat ini tengah mempersiapkan agar produknya lebih tahan lama, namun tetap mengusung konsep ramah lingkungan.

"Harapan saya, orang di Arab merasakannya. Ada rencana buka outlet di Jeddah. Di sana bakso saja ada, kenapa rendang tidak. Saya juga dapat informasi ada teknologi nuklir untuk pengawetan produk, karena di Jawa sudah ada. Tidak bahaya karena tanpa merusak struktur dan ramah lingkungan," pungkasnya.(UKM05)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved