Perguruan Tinggi Diajak Aktif di Program Inovasi Desa
Diposkan: 31 Oct 2018 Dibaca: 919 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, DEPOK- Dalam rangka memperkuat kerja sama pembangunan desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak Perguruan Tinggi untuk turut berperan aktif.
Hal diungkapkan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi Anwar saat menjadi narasumber pada kegiatan UI Goverment-Industri Expo (I-Gov UI Expo) 2018 bertajuk ‘Sinergi Bangsa menuju Indonesia Mandiri di Balairung Universitas Indonesia’ Rabu (31/10/2018).
Disebutkannya, setidaknya ada empat potensi kerja sama antara Perguruan Tinggi dengan Kemendes PDTT terkait pembangunan desa, perguruan tinggi dinilai memiliki keistimewaan dari tingkat intelektual dan sumber daya.
Keempat program tersebut ungkapnya, dalam hal pengelolaan potensi desa. "Kita ada program inovasi desa. Program inovasi desa ini merupakan program pengembangan ekonomi desa dengan memberikan insentif-insentif salah satunya terkait pengembagan desa-desa wisata," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan inovasi desa ini bisa dikembangkan dan akan menyebabkan percepatan pembangunan desa akan terwujud.
Selanjutnya, pengembangan SDM. "Kami menggagas pendidikan akademi desa 4.0. Kami memberikan didikan kepada masyarakat desa sesuai kebutuhan," katanya.
Kemudian program ketiga sebut Anwar, Kemendes PDTT mendorong adanya unit usaha. "Perguruan tinggi banyak memiliki teknologi-teknologi yang sudah dihasilkan dan perdesaan membutuhkan itu," ucapnya.
Ia berharap, Teknologi Tepat Guna (TTG) yang ada di perguruan tinggi bisa dibawa atau diterapkan ke desa.
Sedangkan yang keempat, pengembangan ekonomi desa. " poin keempat ini memerlukan pendampingan, seperti contohnya konsep digital farming. Itu bisa menjembatani antara dunia usaha dengan para petani," ungkapnya.
Saat ini, terdapat 74.957 desa dan memiliki banyak potensi untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi perdesaan serta memiliki nilai tambah ekonomi salah satunya pengembangan desa wisata. Terdapat 1.902 desa memiliki potensi desa wisata atau basis wisata yang bisa diangkat menjadi model-model desa wisata yang memiliki nilai ekonomi lebih cepat dibanding desa-desa lain.
Anwar berharap, kolaborasi dan sinergitas antar sektor ini akan terus dilakukan karena dinilai sangat penting untuk akselerasi pembangunan menuju kemandirian bangsa.
"Saya harap Kemandirian bangsa ini bisa ditopang dengan kemandirian dari perdesaan. Jika desa bisa membangun, desa bisa mandiri maka bangsa ini bisa mandiri. Dan kita ingin perguruan tinggi jadi bagian penting untuk mewujudkannya," pungkasnya. (*/UKM01)
Sumber: kemendes