Pererat Silaturahmi, Kunci Sukses Nurul Kembangkan Adezha Snack

Pererat Silaturahmi, Kunci Sukses Nurul Kembangkan Adezha Snack

Diposkan: 08 Oct 2018 Dibaca: 1146 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Silaturahmi memanjangkan umur dan memperluas rezeki. Hal itu dibuktikan Nurul Afiati (54 tahun), pemilik aneka cemilan Adezha Snack.

Lewat silaturahmi pula kata dia, usaha yang dia rintis sejak 2016 tersebut mengalami perkembangan cukup signifikan.

Apa lagi, ibu tiga anak dan satu putri itu memiliki berbagai usaha kuliner, mulai dari katering, snack, hingga produksi kue kering yang membutuhkan pemasaran.  Kepada ukmkotamedan.com, Nurul mengatakan, silaturahmi menjadi jalan baginya untuk memperkenalkan produk olahannya.

Ditemui belum lama ini, Nurul menceritakan, Adezha Snack dimulai 2016 lalu, setahun pasca usaha kateringnya berjalan. Bergabung sebagai binaan di beberapa dinas di Kota Medan, dia awalnya hanya mengurusi pesanan katering. "Katering tidak pernah diajak ikut bazaar. Makanya saya pikirkan untuk membuat produk yang belum ada di Kota Medan ini, dodol markisa dengan merk Adezha snack yang diambil dari singkatan nama putri semata wayang saya, Adelia Shafira," ujarnya.

Berbeda dengan dodol pada umumnya, bahan bakunya dibuat dari sari markisa dan labu kuning sebagai pengganti tepung ketan yang biasa dipakai, plus gula. "Teksturnya kayak dodol Garut, di luar (permukaan) kering, di dalam lembut. Dibalut plastik, baru pakai kertas kayak dodol Garut, tahan sampai enam bulan," kata dia.

Selain dodol markisa, Adezha Snack juga memproduksi aneka produk lainnya seperti pisang teri sambal yang diberi nama pister, Bingbing, serta selai terong Belanda. Tidak lama setelah memproduksi dodol, dia lalu menambah produk lainnya. Bahkan, dia sempat membuat kerupuk labu kuning. Namun lantaran banyaknya UKM yang membuat jenis makanan kerupuk, dia menghentikan buat kerupuk.

Perempuan yang sebelumnya berprofesi sebagai kontraktor itu mengatakan, dari awal membuat dodol markisa, dia sudah menggunakan merk Adezha Snack dan kemasannya. Baru setahun setelahnya, izin seperti p-irt dan label halal dia lengkapi. Sedangkan rumah produksinya berada di Taman Alamanda Indah, Jalan Bunga Sakura, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan yang merupakan rumah orang tuanya.

"Rumah orang tua, karena orang tua meninggal, jadi rumah kumpul keluarga. Jadi tempat produksi supaya rumah itu tetap terawat dan tetap bersih," ujar perempuan yang beralamat  di Jalan Beringin 1 Gaperta itu.

Enam bulan usai memulai produksi Adezha Snack, dia mengaku cukup kesulitan dalam pemasaran. Syukurnya, keluarganya dengan suka rela ikut membantu. Adik hingga anaknya juga ikut menjual produk tersebut. "Dibantu adik, dibawa ke kampus, kebetulan adik saya dosen. Ada juga adik saya guru di Tebing (Tebingtinggi) siswanya disuruh jualan, keuntungannya dikasih ke siswa itu.

Anak yang di Jakarta, di Jogja ikut jualan juga. Sejak awal bikin sudah pakai kemasan. Enam bulanan lah baru terasa perkembangannya, perlahan," bebernya. Selain itu, Adezha Snack juga sudah bisa didapatkan di gerai UKM milik Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Medan di Pasar Petisah dan Medan Napoleon.

Untuk produk yang dijual saudara dan anaknya, Nurul rutin mengirimkannya setiap pekan. Untuk itu, dia harus melakukan aktivitas produksi seminggu sekali dengan bahan baku 10 Kg markisa dan labu kuning atau untuk 50 kotak dodol markisa.

Memiliki beberapa karyawan, Nurul mengaku tetap harus mengawasi pembuatan, biar rasa dan kualitasnya tetap terjaga. Untuk dodol markisa , dia membanderol Rp15 ribu tiap kotaknya. "Kalau dulu harga buah markisa murah, harganya per kotak cuma Rp10 ribu. Sekarang markisa mahal, harga dodol pun sekarang Rp15 ribu satu kotak," ucapnya.

Diakuinya, silaturahmi sangat berpengaruh pada usaha yang ditekuninya tersebut. Untuk usaha katering, dia mengatakan selain pesanan dinas, teman dan relasi teman juga cukup banyak yang memesan. "Kalau ada yang pesan nasi kotak atau katering, untuk Snack box-nya biasanya saya ajak teman di IMO (Ikatan Makanan/Minuman Olahan)," ungkapnya.

Begitu juga dengan produk Adezha Snack, selain pesanan yang masuk ke akun Facebook Adezha Snack dan nomor telepon 081264619080 yang juga nomor WhatsApp, teman satu sekolah, alumni sekolah juga menjadi konsumennya. Seperti dodol, Nurul mengatakan, pesanan cukup banyak jelang tahun baru.

Begitu juga saat libur Idul Fitri, teman-temannya yang menggelar acara reuni juga acap menghubunginya menyiapkan makanan. "Dari teman,  temannya teman, alumni sekolah suami, kadang mau ada acara, saya disuruh bikin goodybag. Isinya produk Adezha Snack. Kalau ada produk pesanan yang lain, saya libatkan teman lain. Intinya memang betul, silaturahmi itu memanjangkan umur dan memperluas rezeki. Saya rasakan dan alami sendiri," ucapnya.

Nurul mengatakan, dari Adezha Snack saja, dia mengaku mendapatkan omset hingga Rp 5 jutaan setiap bulannya. Belum lagi dari katering dan kue kering. "Tentu harapan saya, supaya Adezha Snack ini terus bisa bertahan dan makin dikenal orang," pungkasnya.(UKM05)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved