Penjual Lemang Kebanjiran Orderan, Jelang Lebaran Tembus 800 Batang Perhari

Penjual Lemang Kebanjiran Orderan, Jelang Lebaran Tembus 800 Batang Perhari

Diposkan: 05 Jun 2019 Dibaca: 77 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Selain lontong, lemang juga merupakan penganan yang mentradisi di saat lebaran. Sehingga tidak heran penjual Lemang menjelang lebaran Kebanjiran pesanan.

Seperti yang dialami Nazaruddin (53) warga Jalan Beringin Pasar 7 Tembung Kecamatan Percut Seituan. Sepekan menjelang lebaran ia sudah dipenuhi orderan. Pada Selasa (4/6/2019) ia sedang menyelesaikan pesanan lemang sebanyak 800 batang. Jumlah yang fantastis.

"Orderan sudah sepekan, para pemesan berdatangan dari berbagai daerah dan juga para tetangga saat ini saya akan menyeleselaikan pesanan sebanyak 200 kg pulut kira-kira 800 batang," ungkapnya sambil menambah kayu yang menjadi bahan bakar dalam memasak lemang ni.

Dikatakan Nazaruddin usaha lemangnya ini sudah ia lakoni sejak 8 tahun lalu. Dan ia merupakan generasi pertama dari orangtuanya yang terlebih dahulu merintis usaha ini.

"Sebenarnya dulu ayah saya merintis usaha ini bukan untuk usaha tapi membuat lemang untuk dikonsumsi sendiri tapi karena enak banyak yang pesan, saya pun diusia yang tidak muda lagi ini sulit mendapatkan pekerjaan saya inisiatif membuka usaha lemang ini," jelasnya.

Usaha lemang ini bukan hanya ada dibulan ramadhan atau menjelang lebaran tetapi lemang bercitarasa lemak nan gurih itu juga dapat ditemui setiap hari. Namun untuk produksinya tidak sebanyak saat menjelang lebaran.
 
Keistimewaan lemang buatan Nazarudin dengan brand atau dikenal lemang Medan Aji Kahlum ini memiliki perbedaan dengan lemang lainnya. Terletak pada proses pemasakan. Lemang miliknya ini dimasak dengan cara dibakar menggunakan kayu. Sedangkan kebanyakan lemang pada umumnya proses masaknya dipanggang.

"Kalau dibakar lebih tanak lemangnya, prosesnya sampai 5 jam di bakar sampai berminyak dan benar-benar masak pulutnya di dalam bambunya," tegasnya.

Untuk wadahnya yang menggunakan bambu ini juga diakuinya menggunakan bambu pilihan. Ia harus mendatangkan dari berbagai daerah seperti Bangun Purba, Silindak, dan Telun Kenas.

"Sebenarnya kalau diikuti permintaan pemesan bisa mencapai 400 sampai 500 kg pulut, tapi karena tenaga tidak mampu maka kami terima pesanan semampu kami saja," ungkapnya yang juga mengaku pada siang itu saat dijumpai sudah memasak lemang sebanyak 3 trip.

Nazaruddin yang dibantu istri dan anaknya ini membuat lemang terbuat dari pulut asli, dan santan asli. Bambu yang sudah dibersihkan kemudian dilapisi daun pisang muda lalu diisi dengan pulut dan santan dengan takaran yang seimbang. Sehingga saat dibakar aroma lemang langsung menggugah selera. Tak jarang pula para pengguna jalan yang melintas berhenti untuk membeli meski sebatang atau dua batang lemang.

Salah seorang penikmat  lemang Medan Aji Kahlum ini, Said Siregar mengaku pelanggan tetap pak Nazaruddin. Cita rasanya yang gurih, lemak dan asli membuatnya memastikan bahwa lemang ini tidak ada duanya di Kota Medan.

"Ini lemangnya mantap, tak ada duanya ini, gurih, lemak, santannya terasa harganya pun murah," katanya.

Untuk harga satu batang lemang ini dibandrol hanya Rp 30 ribu untuk ukuran besar, Rp25 ribu untuk ukuran sedang.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved