Pengusaha Kontraktor Ini Ambil Peluang di Usaha Es Markisa Kekinian

Pengusaha Kontraktor Ini Ambil Peluang di Usaha Es Markisa Kekinian

Diposkan: 29 Jul 2019 Dibaca: 1235 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Jika anda penyuka markisa, minuman hasil buatan wanita cantik ini pasti sangat cocok. Kesegarannya bisa melepas dahaga apalagi di musim panas ini.

Tepatnya Es Markisa Mama Una, minuman markisa yang dikemas kekinian ini sangat segar dan dibuat dari markisa asli.

Minuman ini merupakan usaha wanita cantik bernama Alhuda Usna (28) warga Perumahan Menteng Indah Medan Denai.

Dikatakanya usaha es markisa Mama Una ini berdiri sejak 1 tahun lalu namun aktif baru 3 bulan terakhir.

"Untuk UKM sendiri sudah berdiri semenjak 1 tahun  yang lalu, untuk aktif sendiri dalam 3 bulanan ini," ungkapnya kepada ukmkotamedan.com.

Memilih usaha ini kata Usna dikarenakan sebelumnya ia bekerja di bidang kontraktor dan konsultan lingkungan. Untuk mengembangkan usahanya ia tertarik di usaha produksi makanan dan minuman. Pertama kali ia memproduksi minuman yang digemari di masyararakat khususnya Medan, Sumatera Utara. Sehingga ia memilih buah-buahan lokal yaitu markisa.

"Saya berpikir kalau saya membuat sirup di Medan sudah banyak yang menjalankan bisnis itu, apalagi saya masih baru di dunia bisnis minuman ini. Saya merasa belum bisa mengambil peluang tersebut sehingga saya menciptakan sebuah peluang bisnis baru yaitu minuman kemasan," katanya.

Produk minuman kemasan ini menjadi lebih praktis dibandingkan sirup karena bisa langsung dikonsumsi dan juga bisa dijadikan oleh-oleh.

 "Saya biasanya membuat minuman ini untuk keluarga atau saat ada acara arisan dan lebaran. Ternyata banyak yang bilang enak. Saya melihat ini sebagai sebuah peluang usaha yang bagus untuk dikembangkan," katanya.

 

Setelah es markisa, sekarang ia mulai kembangkan minuman baru yaitu thai tea dan manggo jelly. Selain itu ada juga makanan yakni tahu balik dari olehan udang dan daging ayam.

 

Saya berharap produk saya bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh baru. Hingga sekarang sudah ada yang pesan untuk oleh-oleh seperti ke Jakarta," bebernya.

 

Diakui Usna, pada awal dia memulai bisnis ini, ia tak langsung memasarkan secara online melainkan  terlebih dahulu memasarkan produknya ke supermarket sekitar rumah maupun orang-orang di komplek rumahnya.

"Jadi saya buat target, harus laku 200 botol dulu baru saya launching di Instagram. Saya mau coba lihat dulu respon orang saat melihat produk saya ini. Jadi saya jual produknya di mini market, tempat makan, ke teman-teman saya, ke grup WA sekolah anak saya. Saya juga minta pendapat pada konsumen jika ada kekurangan produk saya," tuturnya.

 

Istimewanya, minuman buatannya  ini bebas bahan pengawet dan terbuat dari buah asli. Sehingga tidak bisa bertahan terlalu lama,

kalau di suhu ruangan hanya bisa bertahan satu hari, di dalam kulkas bisa tahan seminggu, sedangkan di freezer bisa bertahan sebulan.

Untuk dijadikan oleh-oleh, ia membungkus es markisa ini dengan aluminium foil dan dimasukkan ke dalam styrofoam sehingga suhunya bisa lebih bertahan lama.

 

"Bahan baku yang saya gunakan juga bahan-bahan berkualitas. Saya mengolah bahan baku dengan kebersihan yang terjaga," tegasnya.

 

Saat ini Usna memproduksi hingga 50 botol minuman dalam satu hari. Setiap botol berisi 250 ml dibandrol  dengan harga Rp 10 ribu.

"Saya punya prinspip kalau berjualan lebih baik untungnya sedikit tapi jualannya lancar dari pada mahal tapi yang beli sedikit. Untuk penjualan saya pasarkan secara online melalui instagram @esmarkisa_mamauna," ujarnya.

Melihat situasi saat ini, Ia merasa peluang usaha minuman kemasan seperti ini masih sangat bagus di Medan. Sebab sifat orang medan yang  konsumtif menjadikan usaha ini berpeluang menjadi bisnis menjanjikan.

Memulai bisnis ini diakuinya hanya mengeluarkan  modal awal Rp1,5 juta. Dan ia juga menceritakan pernah mengalami jatuh bangun saat membangun usaha ini.

"Menurut saya untuk membuka bisnis yang pertama kita bisa lihat hobi kita apa. Lalu harus bertekad kuat dan jagan cepat putus asa, saya pernah kok dalam satu hari hanya laku lima botol, tapi yang penting jangan menyerah," ucapnya.

Selain itu menurutnya untuk terjun ke bisnis makanan dan minuman rasa harus dipertahankan.

"Rasanya harus sama dengan awal kita buat di awal. Jangan mengurangi bahannya agar rasanya tidak berubah dan konsumen bisa percaya," ujarnya.

Ia berharap minuman segar ini dapat dikenal oleh orang banyak dan terus bertahan menjadi usaha yang dapat membantu perekonomian keluarga juga orang sekitarnya.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved