Pengalaman sebagai Penderita Asam Urat Mengantarkan Sony Jadi Pengusaha Buah Tin
Diposkan: 19 Jul 2019 Dibaca: 1221 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Tidak semua penyakit harus diobati dengan medis, sebab sebagian penyakit juga dapat disembuhkan dengan herbal, dari tanaman yang satu ini.
Ya, buah tin. Selain menjadi obat pribadi, manfaat buah tin juga dapat menjadi ladang rezeki bagi sebagian orang dengan membudidayakan dan menjadi produk olahan turunan.
Seperti yang dialami Sony pria kelahiran tahun 1985, warga Jalan Cut Nyak Dhien Tanah Tinggi Binjai. Pria muda ini sejak tahun 2015 karena pengalaman pribadi menderita asam urat kemudian menjadikan buah tin obat herbalnya tidak disangka ia mendirikan usaha di bidang budidaya pohon buah tin dan berkembang hingga saat ini.
"Awalnya saya terkena sakit asam urat kemudian berupaya mencari obat-obatan herbal. Lalu searcing di internet dapat informasi tentang khasiat daun dan buah tin. lalu saya mencoba untuk mendapatkannya," jelasnya.
Saat itu ia terus mencari informasi buah tin, yang pada akhirnya ia dapat dari temannya yang berprofesi import bibit dari luar negri.
"Waktu itu saya meminta bibit buah tin dari teman saya itu, dan saya tanam untuk konsumsi sendiri," katanya.
Seiring waktu, banyak teman terdekatnya mengetahui cerita begitu bermanfaat dan berkhasiatnya buah tin dan bahkan merasakan khasiatnya langsung.
"Karena banyak yang cocok saya jadi terpacu mengembangkannya, ditambah lagi dengan semakin banyaknya informasi yang masyarakat dapatkan dari khasiatnya sehingga saat ini yang tadinya untuk konsumsi sendiri justru menjadi penghasilan bagi saya," jelasnya lagi.
Lanjut Sony, ada ratusan pohon yang sudah dibudidayakannya dan bahkan terdapat puluhan jenis. "Yang saya jual itu bibit, buah dan olahan teh daun tin. Tapi untuk saat ini produksi berhenti karna masih fokus di pembibitan," katanya.
Untuk pemasaran diakuinya masih melalui media sosial seperti Instagram, dan Facebook.
Kendatipun begitu, sejauh ini penjualan baik dalam negeri maupun sudah sampai luar kota seluruh indonesia.
Untuk bibit bervariasi mengikut ukuran dan jenisnya. Dipasarkan dari harga Rp 30 ribu- ratusan ribu. Sedangkan Untuk teh celup daun tin Rp25 ribu/bungkus sedangkan buah tin segar Rp200 ribu/kg.
Dikatakanya pembeli beragam kebutuhan diantaranya ada yang memanfaatkannya untuk terapi kesehatan, ada juga untuk dijual kembali dan bahkan ada juga untuk dikonsumsi saja.
Namun diakui Sony, usahanya ini tidak luput dari kendala, dan saat ini kendala yang dihadapinya adalah keterbatasan lahan dan modal, sehingga ia belum bisa maksimal mencukupi kebutuhan pasar.
Namun untuk perawatan tidak begitu sulit sebab untuk perawatan tanaman buah tin ini sama seperti tanaman pada umumnya. Dari awal tanam, 3 bulan kemudian sudah mulai berbuah dan siap panen.
Ia berharap kedepan agar banyak pelaku usaha dapat mengembangkan olahan dari buah tin ini. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan orang ramai.(UKM06)