Pengalaman Kecil, Hantarkan Herlina Jadi Pengusaha

Pengalaman Kecil, Hantarkan Herlina Jadi Pengusaha

Diposkan: 05 Jul 2018 Dibaca: 1305 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Tidak memiliki pengalaman yang mumpuni saat mulai membangun usaha, bukanlah menjadi kendala. Asalkan terus belajar dan membekali diri dengan bisnis yang digeluti.

Inilah juga yang dilakukan Herlina Wati, yang melirik bisnis komoditas seperti kayu manis, pinang, kemiri sejak tujuh tahun terakhir.  Berbekal pengalaman kecilnya,  yang diminta untuk mencarikan pembeli satu komoditas dari daerah, menjadi modal saat memulai bisnis tersebut.

Herlina Wati memberanikan diri memulai usaha dengan menampung hasil pertanian milik petani, kemudian memasarkannya. Tidak butuh waktu lama untuk bisa menguasai bisnis yang digelutinya. Setidaknya dalam satu tahun, dia suadah bisa memahami musim beragam komoditas dari usaha yang dilakoninya.

Diceritakan Lina sapaan akrab Herlina Wati,  Kamis (5/7/2018), dia memulai usaha dengan memasarkan beragam komoditas yang dibelinya dari para petani tidak hanya ditingkat grosir namun hingga ke penampung grosir. Dengan kesabaran dan semangatnya, Lina mengaku banyak belajar dengan beragam komoditas yang ada di daerah ini.

Lina mengaku sangat menyadari jika bisnis komoditas ini akan tetap menjanjikan. Ini karena berbagai negara di dunia sangat membutuhkannya. Sementara antara suplay dan kebutuhan juga yang tidak seimbang. "Komoditas ini, dibutuhkan semua negara. Kebutuhan banyak suplay sedikit. Komoditas ini berbeda dengan buah,"ujarnya.

Dalam membangun bisnis sebut Lina satu hal yang terpenting dipahaminya. Bagaimana bisa memahami situasi dan kondisi sekelilingnya agar usaha yang dirintis tetap eksis. Salah satunya, mengetahui komoditas yang lagi musim. Dengan mengenali musim komoditas, akan menghindari usaha kekosongan produk yang akan dipasarkan.

Sejauh ini Lina mengaku menampung beragam komoditas dari berbagai daerah seperti  Kabanjahe, Kota Cane, Bireun."Saat ini, kita masih menampung komoditas dari wilayah  Sumut dan Aceh.  Kemudian komoditas ini dilepas ke grosiran di Medan,"ujarnya.

Semakin banyak komoditas yang dijual sebutnya margin yang diperoleh juga akan lebih besar. Hanya saja, dalam menjalankan bisnis ini tantangan yang sering dihadapinya sulit mendapat komoditas dengan kualitas yang bagus.

Sementara  dalam memasarkan beragam komoditas ini, Lina tetap mempertahankan cara konvensional. Baginya, adanya interaksi antara pembeli dengan penjual memberikan rasa nyaman dan ketertarikan tersendiri dalam mengelola usaha ini. “Bisnis konvensional itu, antara pembeli dan penjual bisa bertatap wajah. Berbeda dengan bisnis online, baginya usaha tersebut  tidak real,”imbuhnya.(UKM01)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved