Penderita Hidrocepalus Butuh Uluran Tangan

Penderita Hidrocepalus Butuh Uluran Tangan

Diposkan: 28 Dec 2018 Dibaca: 856 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Ahmad Faris (6) anak pasangan Anisa (47) dan Siswanto (52), sejak lahir terpaksa terbaring ditempat tidur. Seharusnya anak seusianya, saatnya bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Namun takdir berkata lain.  Warga Jalan Suripno Desa Purwodadi Dusun 11 Ladang Baru Gg Pinang Kecamatan Sunggal, Deli Serdang ini, membutuhkan uluran tangan dermawan.

Ibu Faris, Anisa menuturkan, kondisi yang dialami Faris sudah berlangsung sejak ia lahir, 11 Maret 2013  melalui proses operasi caesar. Saat itu, dokter mengatakan Faris memiliki kelainan pada kepalanya. Itu terlihat karena bentuk kepalanya berbeda dengan anak yang baru lahir pada umumnya.

Kemudian keluarga disarankan dokter untuk membawa Faris ke Rumah Sakit Adam Malik untuk mendapatkan penanganan.

"Namun, karena dalam 4 hari dirawat di RS Adam Malik tidak ada penanganan, dan berhubung saya dan suami saya juga mau kerja jadi kami bawa pulang ke rumah,"ujarnya, saat dikunjungi rombongan Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan dikediamannya, Jumat (28/12/2018).

Nisa mengaku kaget saat mengetahui anaknya mengalami kelainan. Perasaannya bercampur baur, sedih dan sempat putus asa. Namun, ia menyadari hal tersebut sebagai ujian untuk memberikannya kekuatan dan limpahan rezeki dalam bisa merawat Faris.

"Awal hamilnya tidak ada merasakan apa-apa, namun ada pola saya yang berbeda. Setiap memasuki senja (Maghrib) saya setiap hari menyapu dan sisiran di luar rumah dan kemudian saya juga  tidur di luar rumah" jelasnya sembari menunjuk beranda yang letaknya di luar rumah.

Hingga Nisa mengaku terus memberikan perawatan terbaik bagi buah hatinya ini. Kendatipun keduanya tidak memiliki pekerjaan yang layak.

"Saya saat ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di perumahan, dan suami saya tidak bekerja lagi karena sudah sakit-sakitan juga, jadi lebih sering di rumah bersama Faris," katanya lagi dengan raut wajah menahan tangis.

Faris anak bungsu dari 9 bersaudara ini, sempat dua kali akan dioperasi, namun keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah saja. Karena tidak siap melihat kondisi Faris harus menjalani operasi.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan, Erie Prasetyo mengatakan sangat mengapresiasi inisiatif dan kepedulian teman-teman wartawan terhadap Fariz. Menurutnya kunjungan tersebut, merupakan bagian dari aksi solidaritas dari sisi kemanusiaan.

"Mungkin lewat pemberitaan nantinya, teman-teman wartawan bisa menceritakan kisah Faris dan keluarga. Ini juga  kewajiban bagi kami para insan pers. Saya juga sangat bangga kepada teman-teman wartawan yang antusias untuk membesuk Faris. Beberapa rekan selain dari insan pers juga ikut dalam aksi kemanusian ini. Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu," kata Erie Prasetyo

Erie juga bersyukur, pihak keluarga menyambut baik para jurnalis yang membesuk Faris. "Alhamdulillah, pihak keluarga menyambut baik kami para wartawan yang membesuk Fariz. Kita doakan Fariz lekas sembuh dan keluarga tetap semangat," tandasnya. (UKM06)

 

 

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved