PENAS 2020, Ajang Pertukaran Teknologi dan Inovasi Petani
Diposkan: 21 May 2019 Dibaca: 877 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggiatkan pertukaran inovasi antar petani, diantaranya dengan rutin memfasilitasi gelaran Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas). Untuk Kegiatan Penas ke XVI rencananya digelar di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 20 hingga 25 Juni 2020.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengharapkan esensi Penas sebagai ajang pertukaran inovasi dan teknologi antara petani, tidak hanya terjadi tiga tahun sekali, tapi bisa terjadi setiap saat.
“Saya membayangkan Penas bisa berlangsung setiap detik. Kita saat ini sudah memasuki era pertanian 4.0. Ajang pertukaran inovasi antara anggota Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) seharusnya tidak hanya tiga tahun sekali, tapi bisa terjadi setiap saat. Kebutuhan petani akan inovasi sangat mendesak, jadi pertukaran tidak bisa hanya berkala,:ujar Amran saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Penas XVI 2020 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/5/2019).
Amran menyebutkan pihaknya terus mendorong modernisasi pertanian dengan mengenalkan produk-produk inovatif kepada petani. Untuk alat dan mesin pertanian (alsintan) misalnya, Kementan sedang mengembangkan pemanfaatan drone untuk proses pemupukan dan juga penggunaan traktor secara otomatis.
“Pertanian masa depan adalah pertanian digital, seperti ke depannya mesin alsintan seharusnya bisa beroperasi sendiri,” terangnya.
Ketua Umum KTNA sekaligus Ketua Panitia Penas XVI Winarno Tohir menyambut positif usulan Menteri Pertanian tentang percepatan transfer teknologi. Kebutuhan petani akan inovasi diakuinya memang sangat krusial.
“Saya sudah melihat sendiri berbagai teknologi yang dikembangkan oleh Kementan. Teknologi tersebut sangat diimpikan oleh petani, terutama yang berasal dari generasi milenial,” papar Winarno pada kesempatan yang sama.
Senada dengan Amran, Winarno menyebutkan transfer teknologi harus bisa berlangsung secara cepat. Tantangan terbesar adalah persoalan waktu. Untuk mempercepat proses transfer teknologi tersebut, KTNA akan memberdayakan para penyuluh swadaya yang selama ini berasal dari petani maju.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono memastikan Penas XVI nanti akan dimaksimalkan sebagai ajang pembelajaran petani.
“Penas merupakan proses pembelajaran dari petani, oleh petani, dan untuk petani. Kami berkoordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbantan) untuk pesiapkan teknologi dan inovasi yang akan diperagakan nanti. Semua (teknologi) ini akan dilihat langsung oleh petani. Petani secara otomatis akan mereplikasi kalau memang teknologi itu aplikatif,”kata Momon. (*/pertanian.go.id)