Pemko Medan Alokasikan Rp 5 Miliar Untuk Pasar Murah di 151 Titik
Diposkan: 15 May 2018 Dibaca: 1277 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Pemko Medan menggelar Pasar murah di 151 titik yang tersebar pada 21 kecamatan. Pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 5 miliar untuk program yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah guna menyambut bulan suci Ramadaan maupun Hari Raya Idul Fitri 1439 H.
Kegiatan pasar murah sendiri, akan berlangsung selama 30 hari. Untuk pembukaan pasar murah dipusatkan di Lapangan Bola Sejati, Jalan Karya Jaya, Medan Johor yang langsung dilakukan Walikota Medan, Dzulmi Eldin Senin (14/5/2018).
“Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah telah kita subsidi sehingga jauh lebih murah dari harga di pasaran. Dengan demikian kita harapkan warga kurang mampu dapat membeli untuk memenuhi kebutuhannya, terutama dalam menghadapi bulan puasa. Insya Allah dengan terpenuhinya kebutuhan ini, saudara-saudara kita dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa,” ujarnya.
Selain harganya relatif murah, seluruh bahan pokok yang dijual pun berkualitas dan layak konsumsi. Dengan begitu diharapkan keberadaan pasar murah ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga kurang mampu.
Ketua DPRD Medan, Hendri Jhon Hutagalung, mengapresiasi langkah pemko Medan ini. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan manfaat besar bagi warga kurang mampu khususnya.“Dengan harga yang relatif jauh lebih murah, keberadaan pasar murah ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Kadis Perdagangan Kota Medan, Syarief Armansyah menjelaskan, pasar murah yang digelar ini dalam menyambut bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Pemko Medan, mengalokasikan subsidi atas barang bahan pokok sebesar Rp 5 miliar.
“Selain membantu masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok guna menyambut puasa dan lebaran, pasar murah ini kita gelar dalam rangka mengantisipasi gejolak harga jelang hari besar keagamaan (puasa dan Lebaran) sekaligus menekan laju inflasi,” jelas Armansyah. (UKM01)