Pemerintah Tingkatkan Kolaborasi 1000 Start Up Digital
Diposkan: 21 May 2019 Dibaca: 865 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama pemangku kepentingan berupaya meningkatkan kolaborasi dalam Gerakan 1000 Startup Digital. Gerakan ini untuk mendorong pengembangan perusahaan rintisan digital.
"Momentum peringatan kebangkitan nasional tahun ini, kami jadikan upaya membangun ekosistem digital agar startup bisa tumbuh. Dengan penampilan baru kita akan rilis Ignition Nations, Kobarkan Bangsa!" jelas Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam Konferensi Pers Program The Next 1000++ Digital Startups di Press Room Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (20/5/2019).
Menurut Dirjen Semuel, gerakan bersama atau gotong royong ini menargetkan untuk membangkitkan ekosistem ekonomi digital agar dapat mewujudukan Indonesia sebagai Energi Digital di Asia.
"Ini sinergi antar semua pihak, untuk menyatukan beberapa kegiatan yang diinisiasi oleh operator telekomunikasi, komunitas, co-working space, akademisi termasuk lembaga pemerintah," tuturnya seraya menambahkan bahwa peluncuran gerakan secara resmi akan berlangsung serentak di beberapa kota direncanakan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2019.
Menurut Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital, Lis Sutjiati, gerakan baru ini membawa konsep untuk perluasan skala dan peningkatan kualitas pengembangan startup digital, termasuk mengajak kementerian dan lembaga lain serta mitra lokal. Tak hanya itu, kurikulum program pun telah direvisi dengan fokus pada inkubasi. Selain itu, portofolio dan kualitas mentod akan ditingkatkan dan terjadwal dengan baik.
"Kami telah melakukan beberapa evaluasi sehingga melakukan perubahan. Jika sebelumnya setiap peserta harus mengikuti Ignition, Workshop, Hackathon, Bootcamp, dan Incubation. Kini, bergantung pada perkembangan startup-nya, jadi ada yang bisa yang langsung masuk ke bootcampnya. Targetnya akan menarik talenta terbaik yang membantu terbentuknya ekosistem startup digital," jelas Lis Sutjiati.(*/kominfo)