Pemerintah Komit Lakukan Peremajaan Karet

Pemerintah Komit Lakukan Peremajaan Karet

Diposkan: 01 Jul 2019 Dibaca: 48 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Pemerintah berkomitmen untuk segera meremajakan karet rakyat. Ini  mengingat kondisi pertanaman karet sebagian sudah tidak produktif, karena usia lebih dari 25 tahun, produktivitas rendah, dan tanaman rusak.

“Peremajaan ini merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjaga produktivitas dan stabilitas harga karet, dan sekaligus sebagai tindak lanjut kesepakatan 3 negara  International Tripartite Rubber Council/ITRC (Thailand, Indonesia dan Malaysia),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Senin (1/7/2019).

Saat ini potensi replanting karet rakyat lebih kurang mencapai 700 ribu ha. Model peremajaan karet ke depan diarahkan melalui pola integrasi tanaman karet dengan tanaman lain diantaranya kopi, kakao, cabai dll yang disesuaikan dengan keunggulan lokal masing-masing wilayah.  Dalam 1 hektar, pola yang dirancang adalah 60% tanaman karet dan 40% tanaman lainnya.

Saat ini, Indonesia memiliki perkebunan karet yang sangat luas, mencapai 3,66 juta ha pada tahun 2017. Luasan ini memberikan kontribusi produksi sebesar 3,68 juta ton dan produktivitas 1,19 ton/ha.

Perkebunan karet Indonesia didominasi perkebunan rakyat (85%) dan menciptakan lapangan kerja bagi 2,5 juta KK dengan rata-rata luas kepemilikan lebih dari 1,25 ha. Karet merupakan salah satu andalan ekspor yang berkontribusi besar terhadap devisa negara. Volume ekspor mencapai 2,99 juta ton dengan nilai US$ 5,10 Milyar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan dalam pelaksanaan peremajaan karet, penyediaan benih unggul bermutu dengan produktivitas 2 kali lebih tinggi dibanding produktivitas saat ini menjadi hal yang sangat penting.

“Produksi dan penyediaan benih tersebut salah satunya akan dilakukan melalui program BUN500 (Benih Unggul Perkebunan 500 juta batang 2020-2024) di Kementerian Pertanian dan program perbenihan lainnya,” lanjut Mentan Amran.

Pada program BUN500 selama periode 2020-2024 produksi dan penyediaan benih karet, kopi dan kakao masing-masing ditargetkan 143 juta batang, 163 juta batang, dan 157 juta batang. Benih tersebut akan dialokasikan untuk peremajaan di sentra produksi karet, diantaranya Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud menambahkan, peremajaan karet rakyat ini juga akan dikembangkan secara terintegrasi dengan pemanfaatan kayu karet untuk industri kayu.

“Hal ini diproyeksikan dapat menambah pendapatan petani antara Rp10-30 juta/ha dari hasil penjualan kayu tersebut,” kata Musdhalifah. (*/ekon.go.id)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved