Pemerataan Ekonomi, Pembangunan Infrastruktur Terus Digalakkan
Diposkan: 25 Oct 2019 Dibaca: 1063 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN - Untuk mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi termasuk di wilayah Sumatera Utara, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia terus digalakkan. Peningkatan kualitas pekerjaan konstruksi menjadi hal utama untuk mendapatkan hasil optimal baik dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja maupun mutu hasil pelaksana.
Demikian dikatakan Hendra Suryana, Region Manager Northern Sumatera Trakindo, Selasa (22/10/2019), di hotel Adi Mulia Medan, pada diskusi yang bertajuk Construction Day yang merupakan diskusi lintas profesi untuk tingkatkan kualitas pekerjaan konstruksi menuju taraf internasional ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Ir HMA Effendi Pohan MSi, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional II Medan, Ir Selamet Rasidi MSc, dan Region Manager Northern Sumatera Trakindo Achmad Ridjaludin.
Hendra mengatakan program Trakindo Construction Day ini untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di pekerjaan konstruksi untuk meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi menuju taraf internasional. Para pembicara lintas profesi yang dihadirkan meliputi kalangan pemerintah, konsultan, kontraktor, serta manajemen Trakindo selaku penyedia solusi alat berat.
“Pada kesempatan ini juga Trakindo memperkenalkan unit unggulan pendukung pekerjaan konstruksi, di antaranya hydraulic excavator Cat 320 Next Generation, soil compactor Cat CS 11GC dan dozer Cat D6R2XL,” kata Hendra seraya menambahkan Trakindo ingin menyampaikan kepa da pelanggan di Sumatrra Utara mengenai pentingnya pemilihan alat berat yang tepat sesuai kebutuhan pekerjaan. Pengenalan ini juga sekaligus menjelaskan dukungan teknologi di alat berat yang dapat membantu mencapai hasil kerja lebih maksimal.
Hendra juga menjelaskan pada kegiatan ini berbagai alat berat lainnya turut dipaparkan khususnya pembangunan dan perawatan jalan, solusi rental sebagai alternatif peningkatan kapasitas produksi, hingga wawasan terkait peningkatan kemampuan operator.
Sementara Kepala Dinsa Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Effendy Pohan menjelaskan kondisi infrastruktur di Sumatera Utara.
Dia menjelaskan 40 ribu km jalan di Sumut terbagi empat wilayah, yakni Nias, dataran tinggi, Pantai Barat dan Pantai Timur. Sedangkan kondisi jalan dalam keadaan baik sepanjang 1.026.772 km atau 34,16%, kondisi jalan dalam keadaan rusak berat sepanjang 350.923 km atau 11,68%.
“Jadi memang jalan di Sumatera Utara belum 100% baik, faktanya masih ada 11,68% yang rusak berat,” sebutnya.
Seorang penanya, Rahmadsyah dari Dinas PUPR Deliserdang, bertanya soal jalan nasional di Deliserdang terutama di lintasan PDAM Tirtanadi Pancurbatu, Sibolangit Deliserdang yang sering longsor. Dan juga terkait kemacetan jalan di Sibolangit Berastagi. Selama ini pihak Deliserdang sudah membuat jalan alternatif tapi terganjal hutan lindung yang ada ijin pakai.
Pertanyaan ini dijawab Effendy Pohan yang menjelaskan kondisi ini harus ada terobosan baru dengan melibatkan swasta (B to B) Mebidangpro, bisa beehasil. Jika berharap dari APBD tidak akan selesai karena masalah ini sudah lama. (rel)