Pemadaman Bergilir Terjadi Lagi di KIM, Ini Penjelasan PLN
Diposkan: 17 Mar 2019 Dibaca: 766 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di Sumatera Utara termasuk di Kota Medan dan khususnya di Kawasan Industri Mabar (KIM) dalam beberapa hari terakhir ini.
Pihak PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara mengatakan gangguan teknis yang terjadi pada pembangkit PLTP Sarulla menyebabkan pasokan daya tidak seperti biasa, hanya sekira 330 MW.
Hal ini disampaikan Manager Unit Pelaksana Distribusi PLN untuk wilayah Sumut, Aulia Mahdi saat mendampingi anggota DPD RI Parlindungan Purba meninjau Gardu Hubung KIM 2, di Kawasan Mabar, Medan pasca adanya laporan para pengusaha di kawasan KIM, Minggu (17/3/2019).
"Kami mohon maaf apabila ada layanan yang belum full. Ini karena kondisi gangguan faktor alam yaitu pembangkit di Sarulla sekitar 5 Maret 2019, sehingga keluar dari sistem full, keluar 3 x 110 MW," ujar Aulia Mahdi.
Aulia menjelaskan, tidak adanya pasokan dari pembangkit tersebut membuat distribusi listrik mengalami kekurangan hingga 330 MW. Upaya perbaikan langsung dilakukan dan secara bertahap pembangkit tersebut mulai berhasil memasok listrik mulai 10 Maret 2019 lalu namun masih dengan kapasitas sekitar 110.
"Dan 3 hari lalu dari sisanya sudah masuk sekitar 30 MW lagi jadi masih ada kekurangannya sekitar 200 MW. Kondisi itulah yang kita rasakan sehingga ada padam emergency yang kita lakukan," ujarnya.
Padam emergency ini menurut Aulia dirasakan oleh seluruh pelanggan baik pelanggan tegangan tinggi (TT) 150 KV, pelanggan tegangan menengah (TM) 20 KV hingga pelanggan umum. Karena seluruhnya dilakukan pemadaman bergilir dengan cara dirotasi setiap 30 menit pada saat beban puncak.
"Kita sudah menerapkan untuk pelanggan umum 30 menit kita rotasi. Jadi hanya terjadi pada beban puncak saja pukul 7 malam sampai pukul 8 malam saja kita tidak pilih kasih," sebutnya.
Hari ini kata Aulia, pasokan daya dari pembangkit sudah normal dimana PLN sudah memiliki daya mampu pasokan sebesar 2079 MW pada saat beban puncak yang membutuhkan sekitar 1980 MW. Dengan demikian PLN masih memiliki cadangan sekitar 90 MW.
"Kita juga masih memiliki Research Shutdown sekitar 31 MW. Semoga malam ini tidak ada lagi pemadaman apabila tidak ada kejadian khusus, intinya kita ingin semua terpuaskan semua pelanggan kita berikan yang terbaik" pungkasnya.
Sementara itu, anggota DPD RI Parlindungan Purba berharap agar pihak PLN tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebab beberapa hari terakhir, dia mengaku banyak menerima pengaduan atas pemadaman yang kembali terjadi.
"Maka dari itu sekarang sudah ada penjelasan, dan kita sudah mengetahui penyebabnya. Kami dari DPD RI sangat berharap PLN selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena listrik ini menjadi urat nadi perekonomian," ujarnya.
Untuk memastikan adanya perbaikan Parlindungan Purba merencanakan akan kembali melakukan peninjauan di geotermal Sarulla, Selasa (19/3/3019). dan berharap segera beroperasi. (UKM 06)