Pelatihan Vokasi Terobosan Tingkatkan Kompetensi
Diposkan: 28 Nov 2018 Dibaca: 963 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA-Pelatihan vokasi menjadi salah satu terobosan pemerintah untuk mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Tantangannya, satu soal image. (Pelatihan) Vokasi dianggap kelas dua. Sehingga kita perlu bersama-sama memastikan bahwa vokasi ini punya kualitas sendiri," ujar Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri saat menjadi pembicara pada acara Kompas100 CEO Forum 2018, Selasa (27/11/2018).
Menurut Hanif, ada sejumlah keunggulan pelatihan vokasi dibandingkan pendidikan formal.
“Pelatihan vokasi memiliki durasi waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan pendidikan formal. Kedua, pelatihan vokasi berbasis deman driven [sesuai dengan kebutuhan industri],”ujarnya dilansir dari laman kemnaker.
Keunggulan tersebut ujarnya, dapat menjadi solusi bagi angkatan kerja Indonesia yang masih didominasi lulusan SD-SMP. "Pelatihan vokasi menjadi jalan cepat untuk meningkatkan kompetensi yang berkualitas dari SDM kita," kata Hanif.
Berdasarkan data BPS, dari 131 juta angkatan kerja Indonesia, 58 persennya adalah lulusan SD-SMP. Kondisi tersebut menyebabkan angkatan kerja Indonesia terjebak pada pekerjaan low-midle trap. Dimana mereka tidak bisa lagi up grade ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena terbatas syarat minimal pendidikan dan batas maksimal usia.
Untuk mengatasi persoalan angkatan kerja tersebut, pemerintah menggenjot pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Salah satu bentuknya adalah penguatan akses pelatihan, yaitu dihapusnya syarat minimal pendidikan dan syarat maksimal usia. Sehingga, siapapun dapat mengikuti pelatihan di BLK.
"Kalau ini tidak kita lakukan, tentu ini (peningkatan kompetensi) akan membutuhkan waktu lebih lama," ujar Hanif.
Selain memperkuat akses, Kementerian Ketenagakerjaan juga memperkuat mutu pelatihan vokasi dengan menerapkan program 3R (Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding) BLK.
Hanif mencontohkan BLK yang telah menerapkan program ini. Pertama, BBPLK Semarang yang dulu menyelenggarakan program pelatihan menjahit, kini telah di-up grade menjadi fashion technology.
"Sehingga orientasi lulusannya tidak hanya masuk industri garmen atau menjahit di rumah. Tapi kini mereka sudah menguasai fashion design," jelas Hanif.
Kedua, BBPLK Bekasi, menyelenggarakan program pelatihan IT. Kini, siswa pelatihannya diajarkan pembuatan animasi dan game.
"Itu menunjukkan bahwa (pelatihan) vokasi itu keren, bukan kelas dua. Masyarakat perlu tahu, anak-anak muda kita perlu tahu," paparnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi pelatihan vokasi di BLK, dapat mengunjungi: binalattas.kemnaker.go.id (*)