Pelaku Usaha di Medan Sangat Resah Tarif Kargo Naik
Diposkan: 30 Jan 2019 Dibaca: 1030 kali
UKMKOTAMEDAN.COM,MEDAN- Sejumlah pelaku usaha di Kota Medan yang menggunakan jasa kargo semakin resah.
Pasalnya kenaikan tarif kargo yang mencapai 50% hingga 100% sangat mempengaruhi usaha mereka.
Seperti pengakuan pelaku usaha Radja pancake durian, Richi Siregar, pada Rabu (30/1/2019). Richi yang biasanya memasarkan produk pancake buatannya ke luar kota Medan seperti Ambon, Surabaya dan Jakarta menggunakan jasa kargo atau Jalaur udara, kini tidak lagi. Sejak mahalnya tarif kargo ia beralih menggunakan jasa pengiriman jalur darat.
"Biasanya Medan-Jakarta itu tarifnya Rp7.000 per kg, setelah ada kenaikan menjadi Rp12.500 sekarang ini, ini cukup mahal sekali," ujar Richi.
Apalagi diakuinya pengiriman jalur darat juga tidak begitu menguntungkan namun masih terbilang terbantu daripada jalur udara. Diakuinya pengiriman jalur Udara Medan-Jakarta yang biasanya bisa sampai 1 hari ke reseller nya, dengan jalur darat bisa memakan waktu yang cukup lama diperkirakannya bisa sampai 5 hari itupun tergantung cuaca.
Dengan peralihan ini pelaku usaha juga harus memiliki modal yang besar. Karena untuk sekali pengiriman harus dalam kapasitas yang besar hingga 500 kg sekali pengiriman.
"Saya memiliki reseller di Ambon dan Surabaya tarif kargonya juga melambung. Jika biasanya Rp 12.000 menjadi Rp 23.000 per kgnya. Sedangkan untuk Surabaya dari tarif Rp 9000 menjadi Rp 15000 perkg, ini sangat berat bagi saya," katanya.
Hal senada juga dikatakan Owner Rumah Markisa Noerlen, Rachmi Novianti. Disebutkannya, sejak satu bulan terakhir tarif kargo melambung.
Biasanya sebut Mimi, saapaan akrab Rachmi Novianti tarif kargo ini biasanya Rp17.000 perkg, namun setelah ada kenaikan tarif menjadi Rp25.000 per kg.
"Dampaknya buat kami sangat berdampak, dimana sirup kakak sudah mahal ditambah harga kargo yang juga mahal," ungkap Mimi.
Memang diakuinya, hal ini tergantung konsumen juga. "Tergantung selera juga, buktinya orderan dari Surabaya masih masuk juga meskipun ongkos kargo mahal sampai mencapai Rp 28 ribu. Namun secara general Sangat berpengaruh," ucapnya.
Mimi, maupun Richi berharap agar tarif cargo ini bisa segera diturunkan. (UKM06)