Pelaku UKM Tidak Go Digital, Siap-Siap Tersisih
Diposkan: 25 Jul 2018 Dibaca: 1416 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Pelaku usaha kecil dan Menengah (UMKM) diingatkan untuk berbenah dan mempersiapkan diri menghadapi era digitalisasi. Jika tidak, akan mengancam kelangsungan usaha, dan tersisih dengan pengusaha yang melek tehnologi.
Hal ini diungkapkan General Manager Commerce & Community Divisi Business Service PT Telkom (Tbk), Adrian Sani Harahap saat menjadi pemateri dalam bimbingan tehnis (Bimtek) Kewirausahaan Masyarakat Calon Wirausaha Baru, Rabu (25/7/2018).
Disebutkannya, hingga saat ini, tidak sedikit pelaku UKM yang masih mengandalkan pemasaran konvensional. Dengan menjaga dan menunggu konsumen datang ke toko. Padahal jika ingin bisnisnya maju dan berkembang, harus go modern.
“Telkom sendiri sudah menyusun semacam rencana. Istilahnya, go modern, go digital, go online, baru go global. Jadi UKM itu, nggak bisa ujuk-ujuk pengen ekpsor,” ujarnya.
Karena sambungnya, ada tahapan-tahapan yang harus diikuti. Tahap pertama jelas Adrian, harus go modern. “Go modern, salah satu komponen dalamnya itu, go digital. Untuk masuk tahap go online dan go global itu, level itu semua harus diikuti,”ujarnya.
Untuk bisa go modern, tambahnya, pelaku UKM harus memiliki kelengkapan perizinan dan terdaftar. Minimal mempunyai NPWP, punya surat izin usaha dan pembukuan keuangan. Sebab banyak pelaku UKM ketika dihubungkan dengan perbankan tidak bankable.
Ini disebabkan, pelaku UKM tidak memiliki laporan keuangan.“Karena laporan keuangan hanya dicacat harian, besok hilang. Namun dengan go modern, UKM itu akan lebih gampang masuk ke step berikutnya,”imbuh Adrian.
Dia menambahkan, alasan pentinganya go digital ini. Sebab saat ini transaksi digital ini, terus bertumbuh. “Kalau bicara digitalisasi kenapa penting, bisa dilihat contoh gampangnya seperti ini transaksi digital. Kami, 70 % sampai 80% migrasi dari offline ke online. UKM yang tidak masuk ke digital itu, hilang karena terlambat masuk ke digital,”ujarnya.
Karena ketika sudah go online, minimal pelaku UKM sudah memiliki basic punya email. “Gimana dia mau online kalau buat email saja tidak bisa. Contohnya di Semarang, Telkom dulu pernah agak miss mendorong UKM go online. Ternyata UKMnya belum siap secara digital menggunakan akses internet,”ujarnya.
Padahal sebut Adrian pelaku UKM binaan Telkom ini, memiliki produk yang cukup terkenal. Hanya saja, ketika didorong go online, dia tidak siap. Padahal orderan yang diterimanya banyak. Nah, dari pengalaman ini, sebelum pelaku UKM go online harus go modern dan go digital terlebih dahulu. (UKM01)