Pelaku UKM Resah, Teror Bangkai Babi Bikin Omset Turun

Pelaku UKM Resah, Teror Bangkai Babi Bikin Omset Turun

Diposkan: 19 Nov 2019 Dibaca: 464 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Pelaku usaha kuliner juga mulai merasakan dampak maraknya teror bangkai babi. Imbasnya, omset turun 50 persen karena konsumen enggan mengonsumsi menu ikan, akibatnya omset merosot hingga 50%.

“Sangat berdampak ya pada makanan. Apalagi kita itu menunya banyak ikan. Sekarang kalau menunya ikan laut, orang tidak ada lagi yang mau makan,” ujar Hj Rosna Siregar pemilik usaha Kafe D’ Palazz, baru-baru inii (17/11/2019).

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi)  Sumut ini awalnya, dia mengaku terkejut dengan sikap konsumen yang enggan mengkonsumsi ikan laut. Namun dengan adanya keresahan konsumen ini, dia pun menyesuaikan dan mengurangi menu untuk ikan laut dan beralih pada ikan tambak.

Hal senada diungkapkan pelaku usaha kuliner lainnya, Nabila yang mengaku resah dan terganggu dengan teror bangkai babi ini.

“Saya sangat terganggu sekali dengan ini. Sebab banyak yang cateringan kita yang sudah konfirmasi, tidak mau menu ikan laut. Langganan saya yang lain, yang jualan pun tidak mau ikan laut. Jadi menunya, ayam daging, ayam daging. Kan enggak mungkin. Menu udang juga enggak mau, kalau maupun itu telur,” tandas Nabila.

Dia mengaku, dampak tersebut mulai terasa sejak tiga hari setelah ditemukannya bangkai babi sungai dan danau, dan sampai saat ini pelanggannya juga masih enggan untuk mengkonsumsi ikan laut.  “ Sampai sekarang masih berpesan jangan menu ikan laut. Ikan tambak nggak apa-apa. Jadi nggak mungkin kami puter-puter itu saja ya kan menunya. Sampai orang kantor pun tidak mau menu ikan laut,” urainya.

Akibat ditemukannya bangkai babi tersebut, omsetnya yang diperolehnya menurun hingga 50%. Sebab pelanggan banyak yang beralih ke menu lain, bahkan ada yang hanya memilih nasi pakai telur saja. “Pelanggan catering dan rumah makan tidak mau makan ikan laut, udang, kerang juga tidak mau,”sambungnya.

Morin Sofyan, pemilik usaha dapoer Bunda ini juga mengutarakan hal yang sama. “Mulai Kamis dan Jumat lalu, mulai kelihatan penurunan omset. Paling terasa itu, Jumat sampai 50%  penurunan, bahkan tidak sesuai lagi dengan biaya produksi, penghasilan kita tidak nutup,” ungkapnya.

Saat ini, pelanggan lebih memilih beralih pada menu lain, seperti daging, telur, ayam. Sedangkan untuk ikan lebih pada ikan budidaya seperti lele, belut dan nila.

Baik Hj Rosna Siregar, Nabila maupun Morin Sofyan berharap agar pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk menuntas teror bangkai babi ini. “Kita berharap pemerintah sigap, memberikan solusi dan cepat menangani ini. Betul betul diperhatikan, jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya. (UKM01/rel)

 

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved