Pekerja Rumahan Memanfaatkan Peluang Usaha Sabun Cair
Diposkan: 04 Oct 2018 Dibaca: 1063 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, KAUM perempuan saat ini tak hanya piawai menjadi ibu rumah tangga, namun juga membantu keuangan keluarga.
Di banyak daerah di Sumatera Utara, para ibu memilih menjadi pekerja rumahan beragam produk. Tujuannya, tetap bekerja meski di rumah agar perkembangan anak-anak terpantau dan lainnya.
Sebut saja menjadi buruh rumahan pembungkus pipet, penggunting karet sendal jepit. Sayangnya, mereka masih digaji sangat murah.
Ini juga yang membuat sejumlah pekerja rumahan mulai berusaha mencari peluang untuk menambah penghasilan. Karena dengan penghasilan
yang diperoleh dari upahan tersebut, tidak mampu menutupi biaya untuk kebutuhan keluarga.
Bayangkan ada yang hanya diupah Rp8 ribu untuk menyiapkan pipet minuman mineral sebanyak satu karung. Padahal tidak hanya memasukkan pipet ke plastik, melainkan me-lem plastik yang secara total satu karung butuh dua hari pengerjaan.
Ada lainnya seperti Juliani yang menjadi pekerja rumahan untuk menjahit jok bayi. Untuk menyelesikan satu lusin jok bayi, dia diupah Rp9500, atau satuannya diupah Rp791!
Terbersih di hati Juliani dengan memiliki keahlian menjahit, dia ingin memiliki usaha sendiri. Namun, dia terkendala modal.
Hingga akhirnya, sekira setengah tahun terakhir Juliani bersama 13 pekerja rumahan membuat usaha bersama. Dengan bermodalkan pinjaman sebesar Rp500 ribu, mereka pun membuat produk sabun cair. Usaha ini diharapkan bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan tambahan.
Sehingga perlahan, kedepan tidak lagi menjadi pekerja rumahan yang diupah murah.“Karena sekarang, kadang kerjanya dikasi, kadang tidak,” ujar Wakil Ketua DPD Serikat Pekerja Rumahan (SPR) Sejahtera Sumut ini saat ditemui di Dagang Klambir, Tanjungmorawa, Deliserdang, Rabu (3/10/2018).
Meski baru setengah tahun sebut Juliani, pinjaman modal usaha sudah bisa dilunasi dengan mengelola usaha sabun cair tersebut.
Sabun produksi rumahan ini, sambungnya masih diperkenalkan dan dipasarkan bagi warga sekitar tempat tinggalnya di kawasan Medan Sunggal serta bagi anggota serikat pekerja rumahan.
Sebenarnya, produk ini akunya peminatnya cukup tinggi. Hanya saja Juliani mengaku terkendala dalam memasarkan produk rumahan yang
dipatok diharga Rp5000 untuk ukuran 600 ml ini.
Meski begitu, pihaknya mengaku terus berkreasi dalam mengelola usaha, sehingga kedepannya semakin berkembang. Termasuk memiliki kemasan bagus dan pemasaran yang semakin luas. (UKM01)