Pedagang di Pasar Bengkel Minta Pemerintah Sediakan Rest Area
Diposkan: 07 Feb 2019 Dibaca: 1080 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Pedagang oleh-oleh di Pasar Bengkel Serdangbedagai terus mengeluhkan anjloknya penjualan mereka sejak Jalan Tol Medan-Tebingtinggi beroperasi.
Apalagi sampai saat ini mereka belum mendapat solusi dari pemerintah setempat misalnya rencana pemindahan atau solusi lainnya.
Sejak Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi dibangun dengan tujuan memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba itu, justru menimbulkan dampak negatif bagi pelaku usaha di sepanjang jalan Pasar Bengkel.
Salah seorang pedagang di Pasar Bengkel, Kiki mengatakan karena anjloknya penjualan, biasanya per hari bisa memperoleh Rp5 juta, kini hanya Rp1 juta dalam sehari, ia terpaksa memangkas tenaga kerjanya. Usaha Dodol yang ia geluti sudah bertahun-tahun itu dengan tenaga kerja hingga 20 orang, tak mampu membayar gaji akhirnya kini ia hanya mempekerjakan 8 orang saja.
"Sekarang saya tidak sanggup membayar pekerja saya, sebelumya ada 20 pekerja di usaha dodol yang saya kelola, kini saya hanya sanggup mempekerjakan 8 orang saja, jadi saya mau pemerintah memperhatikan kami, kalau bisa kami diberikan space di rest area di Jalan Tol itu,"paparnya kepada Wartawan pada Kamis, (7/2/2019)
Pedagang pasar bengkel lainnya, Nurrochim, mengatakan pihaknya bersama dengan sejumlah pedagang sudah menyampaikan keluhan ini kepada Bupati dan Wakil Bupati, memang dikatakan akan dibangun rest area namun untuk menempati lokasi itu harus membayar sewa sebesar Rp10 juta sampai Rp20 juta. Dikatakannya, jumlah itu sangat memberatkan pedagang. Dipastikannya tidak ada pedagang yang sanggup.
"kita sudah sampaikan kepada bupati dan wakil bupati dan juga dengan bidang rencana pembangunan daerah, memang dikatakan ada rest area namun pelaku usaha di pasar bengkel jika mau menempati rest area sistemnya sewa. sewanya cukup mahal, saya pastikan pelaku usaha tidak sanggup menyewa rest area itu, pemerintah tidak berpihak kepada pelaku usaha UKM seperti kami, padahal pasar bengkel ini merupakan icon yang layak mendapat perhatian pemerintah,"tegasnya.
Sementara itu, dari Ratusan pedagang, 40% pedagang sudah gulung tikar. Saat ini hanya tinggal 60 an pedagang itupun terseok-seok. Yang bertahan hanya pedagang yang memiliki corak dengan bus-bus antar kota yang melintas di pasar bengkel. Mereka berharap, Dinas Pariwisata harus peduli dalam persoalan yang dihadapi oleh pedagang pasar bengkel yang juga sebagai salah satu Kuningan wisata di Serdang Bedagai.(UKM06)