PayTrend Diharapkan Dapat Tingkatkan Inklusi Keuangan
Diposkan: 03 Jun 2018 Dibaca: 1441 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, TANGERANG-Paytren eMoney resmi diluncurkan, Jumat (1/6/2018) di Pondok Pesantren Daarul Quran Cipondoh, Tangerang. Kehadirannya, diharapkan dapat membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
Sebagaimana data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai indeks inklusi keuangan nasional pada tahun ke tahun terus meningkat signifikan. Di tahun 2017 lalu, indeks inklusi keuangan ini mencapai 63%, dan di tahun depan ditargetkan mencapai 75%. Untuk mencapai memastikan target tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan inisiatif dan cara baru dalam memperluas jangkauan akses layanan keuangan kepada masyarakat.
"Layanan keuangan untuk masyarakat, yang informal harus kita bisa dilakukan dengan cara baru dengan teknologi baru. Model Paytren ePayment ini salah satunya, jadi bapak ibu sekalian, sekali lagi saya sangat senang," katanya saat memberikan sambutan peluncuran Paytren eMoney di Pondok Pesantren Daarul Quran Cipondoh, Tangerang, dikutip dilaman resmi kominfo.go.id, Jumat (1/6/2018).
Rudiantara mengapresiasi Paytren eMoney sebagai cara baru untuk membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan. Saat ini sambungnya, lebih kurang 90 juta orang Indonesia mempunyai akses keuangan resmi. Dimana teknologi ponsel menjadi salah satu sarana.
"Kita punya setidaknya 230 juta orang Indonesia minimal yang punya satu ponsel. Itu adalah jalur bagi kita untuk meningkatkan inklusi keuangan," jelasnya dan di tahun depan, pemerintah menargetkan inklusi keuangan Indonesia menjadi 75%. "Angka 75% insyallah dari sisi infrastruktur tidak ada masalah, dimana pun yang namanya jaringan seluler, 4G dan lain sebagainya jauh di atas 75%," jelasnya.
Kehadiran Paytren eMoney dan layanan sejenis akan dapat menjadi pendorong percepatan inklusi keuangan. "Jadi ini kesempatan emas bagi kita bagaimana kita sama-sama memanfaatkan paytren sebagai alat atau sarana untuk meningkatkan inklusi keuangan. Sebagai sarana atau alat bagi umat yang istilahnya un-bank untuk mendapatkan layanan keuangan," ungkapnya.
Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengharapkan PayTren bisa lebih dikenal para atlet."Alhamdulillah selamat dan sukses atas peluncuran e money PayTren, ini momentum luar biasa bagi bangkitnya ekonomi umat dan sudah barang tentu PayTren ini tidak hanya berbicara secara nasional tapi sudah mencakup level dunia dan ini yang menjadi inspirasi semangat dan semoga membawa berkah bagi kita semua,"ujarnya dilansir dari laman resmi kemenpora.go.id.
Menurutnya, PayTren dan e money menjadi solusi disaat kita semua membutuhkan akuntabilitas, transparansi dan pertanggungjawaban yang bisa mensejahterakan. "Kita terus mendorong hal-hal baik ini yang sangat menginspirasi ini, saya kira para atlet dan masyarakat dunia harus kenal tentang PayTren ini dan bisa menjadikan ini sebagai sarana kita bersama," tambahnya.
Sebelumnya Pemilik PayTren, Ustad Yusuf Mansyur menyampaikan PayTrend yang diluncurkan ini merupakan aplikasi digital payment untuk kemudahan bertransaksi. "Target saya adalah membeli ulang 15 bank dalam waktu kurang dari 3 tahun untuk menjadi bank-bank di Indonesia, dan ini bukan sesuatu yang mustahil," urai Yusuf.
"Satu provinsi saja seperti Bangka Belitung, full menggunakan PayTren nilai sangat besar, kita mengelola 10 juta orang pasca emoney kita insyaallah akan mengelola uang kira-kira Rp 30 triliun per bulan, buktinya PayTren sebelum di suspen nilainya sudah Rp 2,3 triliun, jika Muhammadiyah, NU dan semua bergabung maka nilai PayTren bisa tembus Rp 120 triliun perbulan," ujarnya. (***/UKM01)