Pasarkan Door to Door, Rita Kibarkan Lagi Dodol Sri Rezeki Pasca Toko Sepi
Diposkan: 04 Nov 2018 Dibaca: 1487 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Kegigihan yang seolah tidak mengenal kata lelah menghantarkan Rita Elfi (45 tahun) pemilik usaha Dodol Sri Rezeki yang berada di Desa Pasar Bengkel Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai ini kembali mengecap manisnya usaha dodol setelah sempat mengalami penurunan omset drastis.
Betapa tidak, Pasar Bengkel sebagai sentra kuliner oleh-oleh terbesar di Sumut belakangan sepi peminat pasca minimnya pengguna lalu-lintas yang lalu lalang di jalan lintas tersebut setelah adanya jalan tol baru. Hal itu lalu berdampak pada menurunnya usaha masyarakat sekitar, termasuk ibu dua anak itu.
Kepada ukmkotamedan.com, Rita menceritakan, usaha Dodol Sri Rezeki dia rintis sejak 21 tahun lalu dengan niat meneruskan usaha orang tua yang juga pengusaha dodol. "Usaha ini berdiri sejak 1997 lalu. Awalnya dulu, orang tua juga usaha dodol, tapi sudah tutup. Lalu saya putuskan buka lagi. Nama merk dodolnya saya lupa," ujarnya baru-baru ini.
Pernah melayani konsumen yang banyak ketika Pasar Bengkel masih ramai, Rita mengaku dalam sehari, bisa mengantongi keuntungan hingga Rp1 juta. Sayangnya, sepinya pasar oleh-oleh tersebut sejak beberapa bulan terakhir, membuat dia pernah merasakan tidak ada produk yang terjual. "Ada pelanggan, tapi yang istilahnya fanatik. Mereka tahu walaupun toko tak buka, kami tetap produksi," bebernya.
Syukurnya, kendati saat di masa pasar cukup ramai dulu, istri dari Joni Suhairi (47) tersebut rajin menawarkan produknya ke toko-toko untuk sebagai reseller di Kota Medan dan sekitarnya. Dengan begitu, kendati pelanggan toko cukup sepi, dia mengaku tetap dapat pemasukan.
"Kalau di toko, selain jual dodol, saya juga jualan produk home industri masyarakat sekitar. Saya beli keripik mereka, lalu saya kemas dengan merk saya. Ya, memang penjualannya sekarang tidak banyak, tapi Alhamdulillah tetap ada juga," ungkapnya.
Ada 10 varian rasa dodol yang ditawarkan Rita, di antaranya, rasa durian, original, pandan, kacang, wijen, nenas, markisa, dan dodol lapis. Namun tujuh di antaranya hanya akan dibuat pada waktu tertentu saja. Sementara produksi harian hanya tiga varian, masing-masing pandan, original dan durian.
Varian lain kata Rita, hanya dibuat misalnya jika ada pesanan toko oleh-oleh rekanan dan hari-hari besar yang lain. "Tapi kalau hari raya, 10 varian itu selalu tersedia," ucapnya.
Untuk produksi dan pemasaran, di hari-hari biasa, Rita dibantu delapan orang sebagai karyawan dalam pengemasan, sementara untuk urusan produksi, dia dibantu dua karyawan. Namun jika hari-hari besar yang pemesanan cukup tinggi, dia dibantu pekerja harian.
Melihat pendapatan toko semakin sepi, Rita semakin menggencarkan metode pemasaran door to door. Berbagai toko dia datangi, tawarkan produk dodol dengan harapan toko tersebut mau menjadi tempat memasarkan dodol tersebut.
"Kita tawarkan saja ke tokonya, ketemui manajernya, HRD, tanya ke sekuriti bagaimana, melalui siapa bisa masukkan barang dengan bawa sampel," ucapnya.
Ada yang langsung merespons, ada pula yang meminta waktu untuk mempertimbangkan tawaran itu, namun tidak sedikit yang menolak. Bagi toko yang menolak, Rita mengaku tidak kapok. Di waktu lain, dia datangi kembali dengan harapan mereka berubah pikiran.
"Penolakan sudah sering, tapi saya tidak menyerah. Ketika gagal, biasanya datangi lagi. Karena ada yang beranggapan dodol sudah biasa. Tapi saya biasanya berikan argumentasi. Saya buktikan bahwa produk saya sudah di toko mana-mana saja, walaupun akhirnya ada yang tetap enggak mau juga. Ada juga yang menolak, tapi ketika lihat kita cukup maju sekarang, mereka berubah pikiran," papar Rita.
Dengan kerja kerasnya tersebut, sejumlah toko, supermarket hingga gerai oleh-oleh lain, produk Dodol Sri Rezeki sudah cukup diterima. Beberapa toko Royyan Bakery termasuk di Kota Binjai, Napoleon, Hub Market Kualanamu, Thong's Inn Hotel Kualanamul, Terminal Bus Makmur di Marindal, Jalan Pendidikan Pasar Merah, Smarco Ringroad City Walk, Toko Hera Jalan Bambu, dan di Markisa Noerlen Jalan Sei Tuan Medan, Dodol Sri Rezeki tersedia.
Sesuai dengan harapan pemberian nama Dodol Sri Rezeki sebagai doa agar usahanya lancar, Rita mengaku dari kerja sama tersebut bisa meraup omzet per pekan mencapai Rp20 juta. "Alhamdulillah bisa Rp20 juta per Minggu pendapatan "kotor". Dulu, memang keuntungan berbanding modal 50:50, sekarang 25% saja keuntungan, karena kan dipotong biaya modal, transportasi dan lain-lain," ucapnya.
Setiap hari, Rita memproduksi dodol sekitar 50 Kg. Dodol tersebut dibagi dalam beberapa kemasan, mulai terkecil, dodol jari yang tiap kotak berisi 15 potong, hingga dodol kemasan 400 gram dengan harga mulai Rp10 ribu hingga puluhan ribu rupiah.
Namun, jika ada yang memesan dengan bobot tertentu misalnya 500 gram atau 1 Kg, dia juga menyanggupinya, termasuk dodol kemasan tradisional kulit jagung. Jangan khawatir soal izin, Dodol Sri Rezeki punya izin usaha cukup lengkap mulai dari label halal, P-IRT dan lain-lain. Produk dodol Sri Rezeki juga tanpa bahan pengawet.
Soal ketahanan produk, Rita hanya menganjurkan dodol tersebut dikonsumsi paling lama sebulan. Selain bisa memesan melalui akun Instagram miliknya @rita.elfi, Facebook, Sri Rezeki konsuemen bisa memesan ke nomor telepon yang juga nomor WhatsApp miliknya di 085261345207.
"Dari segi pengolahan, dodol rasanya hampir sama, kalaupun beda sedikit saja tergantung resep masing-masing. Tapi dari segi bahan, kualitasnya kita jaga," ucap Rita seraya berharap usaha dodol miliknya lebih maju dan lebih besar lagi.(UKM05)