Pasar Kampung Lalang Akan Menjadi Pasar Percontohan Ber-SNI di Medan
Diposkan: 22 Mar 2019 Dibaca: 1370 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Setelah sekian lama pedagang menantikan berjualan di dalam pasar Kampung Lalang, kini harapan mereka terjawab dengan telah dilangsungkannya pengundian no kios pada Jumat (22/3/2019) di Gedung Pasar Kampung Lalang Jalan Kelambir V No.1-A, Cinta Damai, Medan Helvetia.
Rendward Parapat, Asisten Administrasi Umum Pemko Medan mengatakan pengundian nomor kios dilakukan dengan transparan dimana pedagang dikumpulkan dan mencabut nomor kios di hadapan semua pedagang yang kemudian setelah mencabut nomor pedagang tersebut langsung didaftarkan sehingga transparan.
"Penobatan pedagang di kios yang sudah disiapkan kita lakukan secara transparan tidak bisa ada permainan disini. Pedagang langsung mencabut nomor kiosnya lalu langsung didaftarkan dan segera bisa menempati dan mengoperasikan kiosnya. Jadi kalau sudah dibuat begini, 732 pedagang ini harus transparan semua kemudian harus tuntas jadi kita enak sama enak," tegas Rendward kepada media.
Di lokasi yang sama Direktur Utama PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya mengatakan hari ini adalah proses dari pengundian sekaligus dapat nomor dan pedagabh langsung mendapat kunci dan memasuki kios. Rusdi mengatakan setelah mendapatkan kunci semua pedagang sudah bisa mengisi standnya dan meja lapaknya untuk berjualan.
"Semua pedagang yang sudah memegang kunci langsung bisa perbaiki, pasang steling dan raknya dan langsung jualan," katanya.
Ditegaskannya senada dengan Rendward Bajawa Proses pengundian nomor berlangsung secara jujur dan adil, transparan dan akuntabel. Rusdi menegaskan tidak ada yang perlu ditakuti dan dicurigai semua berjalan secara terbuka.
"Pada pengundian ini ada saksi dari badan pengawas, kepolisian dan kecamatan. Tahap pertama pengundian kita lakukan Jumat dan Sabtu. Hari ini khusus pedagang yang akan menempati lantai 1 dan 2 untuk jenis jualan pakaian dan selop sendal dan sepatu dengan jumlah pedagang sebanyak 360 pedagang," ungkapnya.
Rusdi juga menjelaskan Gedung Pasar Kampung Lalang ini dibangun menggunakan anggaran APBD dimana pasar ini akan dijadikan pasar percontohan berbagai SNI untuk dikawasan bagian Barat.
"Pasar ini akan menjadi pasar percontohan dengan dilengkapi dengan sarana dan prasarana dan fasilitas. Fasilitasnya ada kamar mandi, musholla, wastafel, toilet, tempat menyusui. Kita mau jadikan ini pasar percontohan di kawasan barat. Menjadi pasar SNI. Kita kan baru saja dipercayakan pemko Medan untuk mengelola nya tentunya kita akan tata semua dengan baik, kita pelihara dan yang kurang kita tambahkan," paparnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang, Arwina Pinem yang juga sebagai Ketua Pedagang Pasar Kampung Lalang mengaku bersyukur karena apa yang diinginkan selama dua tahun akhirnya dikabulkan setelah menempuh perjuangan yang sangat luar biasa.
"Setelah kita lobi pak Sekda apa yang kita minta dikabulkan. Pencabutan nomor kios pun pada hari ini sangat transparan. Saya sendiri selaku ketua pedagang tidak bisa macam macam, saya tidak bisa memilih tempat sesuai keinginan saya, akhirnya perjuangan kami semua terkabulkan," katanya.
Di kesempatan itu ia menceritakan bagaimana mereka berjuang agar pasar kampung lalang dioperasikan yaitu meminta kepada Sekda Kota Medan, Wiria Arrahman agar mempercepat pedagang masuk ke pasar kampung lalang karena dikatakannya kepada Sekda terlalu lama dengan janji 150 hari pasca diruntuhkannya pasar kampung lalang terebut. Kemudian dikatakanya saat itu Sekda berjanji akan menyegerakan pedagang masuk ke pasar kampung lalang.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada Walikota, kepada Sekda, kepada semua yang mendukung, akhirnya permintaan kami dikabulkan. harapan saya semua pedagang di pasar kampung lalang ini solid dan murah rezekinya berjualan," tandasnya. (UKM06)