Parnasib_Etnik, Dari Uang Jajan Hingga Melestarikan Budaya
Diposkan: 14 May 2018 Dibaca: 1678 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Berawal dari keresahan tiga orang bersaudara, Winna Nainggolan, Wiwik Nainggolan dan Wilda Nainggolan, untuk mendapatkan uang jajan tambahan tanpa membebani orangtua menjadi motivasi, untuk memiliki penghasilan.
Apalagi ketiganya berstatus mahasiswa yang hobi memanfaatkan sosial media dan belanja online. Hal ini yang akhirnya membuat mereka berpikir usaha apa yang bisa dilakukan dengan media online agar bermanfaat.
“Kami itu suka makai instagram, selalu setiap hari. Kadang, lebih banyak menghabiskan waktu diistagram, terus suka belanja online. Dari sini mulai kepikiran apa ya yang bisa dibuat biar kita menggunakan instagram itu berfaedah,”ujar Winna, Minggu (13/5/2018).
Winna mengaku, saat membuka istagram sangat suka melihat produk tenun.“Kita itu suka tenun, dulu suka beli tenun dari Lombok, pokoknya online yang jual tenun, suka beli. Karena kita suka beli, jadi mereka nawarin untuk kita menjadi resseler,”ujarnya.
Tawaran ini menjadi motivasi bagi ketiganya, untuk mengangkat kearifan lokal. “Dari sini terus mikir, kenapa tidak dari daerah sendiri yang kita djual, kenapa harus dari daerah orang lain,”ujarnya.
Winna pun meminta sang ibu, Ernarika Sinaga untuk membuat beberapa produk dengan bahan baku ulos batak yang bisa digunakan anak muda. Tidak seperti produk ulos umumnya yang saat digunakan lebih identik dengan orangtua, bukan anak muda.
Gayung bersambut, karya sang ibu kemudian diperkenalkan kepada teman-teman adiknya disalah satu kampus di kawasan Jalan Williem Iskandar. Dan ternyata mendapatkan respon positif. “Ternyata banyak yang suka,”ujarnya dan dari sini, Winna bersama adik-adiknya mulai, mengembangkan dan memperkenalkan produk tersebut melalui instagram.
Kemudian Parnasib_etnik ini menggunakan jasa endorsement ataupun jasa-jasa selegram untuk mengenalkan produknya kepada khalayak ramai. Selain itu juga mengikuti berbagai bazar untuk memperkenalkan produk Parnasib_etnik ini.
Disamping itu tetap memanfaatkan media sosial, dan bergabung dengan market place seperti tiokopedia dalam memasarkan aneka produk Parnasib_etnik ini. Hingga akhirnya, Parnasib_ etnik terpilih versi tokopedia produk lokal Medan untuk mengikuti event Makerfest baru-baru ini di Lapangan Benteng.
Beragam produk dari Parnasib_etnik ini seperti buku, tas, outer, assesoris, gantungan kunci dan tali kamera. Membuat menggunakan produk yang tetap bisa mengikuti trend, tanpa meninggalkan budaya. Dengan melirik pangsa pasar kaulamuda.
“Taglinenya kita itu, ‘trend berubah budaya tetap’. Jadi sebagai anak muda, bisa tetap mengikuti trend, tanpa meninggalkan budaya. Masih bisa gaya-gayaan tapi tetap fashionable pakai etnik tanpa meninggalkan budaya,”ujarnya. Parnasib_etnik sebutnya, ingin melestarikan budaya, agar tidak tergerus ditengah trend anak milenial yang lebih suka Korea. (UKM01)