Pakkat Kuliner Khas Ramadhan yang Jadi Primadona Warga Sumut

Pakkat Kuliner Khas Ramadhan yang Jadi Primadona Warga Sumut

Diposkan: 09 May 2019 Dibaca: 124 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Pakkat yang merupakan kuliner khas Ramadhan menjadi primadona saat ini. Terbukti di setiap penjual pakkat kerap dipenuhi para pembeli. Seperti yang terlihat di Jalan Letda Sujono Medan, hampir semua penjual Pakkat di kawasan tersebut setiap harinya penuh pembeli.

Salah seorang penjual pakkat di Jalan Letda Sujono, Masdiah (41) warga Jalan Gambir 7 pasar 8 Tembung Kabupaten Deliserdang ini mengaku setiap hari ia harus mempersiapkan ratusan batang bahkan jika banyak barang seribuan batangpun bisa habis dalam sehari.

"Kalau banyak barang berapapun itu habis tiap hari, tapi karena saat ini hanya ada barang sekitar 400 batang ya itu ajala yang kami jual dan tiap hari habis semua," ujarnya pada Kamis (9/5/2019).

Pakkat ini dikatakannya adalah kuliner asal Tapanuli Selatan tetapi saat ini penyuka Pakkat sudah dari berbagai etnis mulai Jawa, Padang, dan bahkan etnis Tionghoa juga mengincar kuliner yang memiliki cita rasa pahit dan sedikit kelat ini.

"Kalau dulukan yang mau mengkonsumsi ini orang Mandailing, tapi sekarang sudah semua etnis yang suka bahkan orang Tionghoa pun banyak yang membeli," ungkapnya sambil membakar pakkat di atas pembakaran yang dimodifikasi terbuat dari drum minyak.

Masdiah yang mengaku berjualan pakkat sejak 4 tahun lalu ini menyatakan pakkat ini bukan hanya sekedar makanan tetapi juga memiiki khasiat bagi tubuh. Pakkat yang konon adalah pucuk bambu ini dapat menurunkan kolesterol dan membuat lambung lebih sehat saat menjalankan ibadah puasa.

"Pakkat ini buat sehat lambung, lagi pula dipercaya bisa menurunkan kolesterol," ujarnya lagi.

Masdiah juga mengatakan pakkat miliknya diperoleh langsung dari kampungnya di Kota Pinang oleh karena itu jumlah Pakkat yang diinginkannya terbatas padahal permintaan sangat tinggi.

Untuk memudahkan masyarakat mengkonsumsi pakkat, setiap pembeli bisa memilih sendiri pakkat yang diinginkan lalu dibakarkan langsung ditempat. Dan untuk sambalnya ia juga sudah menyediakan. Sambal cabe yang di mix dengan kecap asin dan bawang dan perasan jeruk nipis agar menimbulkan cita rasa bersensasi segar.

"Sebelumnya kita sediakan sambalnya juga tapi sekarang tidak, harga cabe merah mahal sampel Rp80 ribu/kg jadi kita tidak buat untuk sementara," aku ibu tiga anak ini.

Untuk bisa mencicipi kuliner yang unik ini hanya cukup  merogoh kantong Rp10 ribu itupun sudah dapat 4 batang. Untuk sambal perporsinya hanya Rp5 ribu/bungkus. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved