Pacu Produktivitas Industri, Kemenperin Dorong Inovasi
Diposkan: 09 Aug 2019 Dibaca: 789 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA-Kementerian Perindustrian fokus mendorong kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa) yang dapat memacu produktivitas dan daya saing industri nasional.
“Pemerintah terus mendorong terciptanya inovasi agar industri nasional dapat terus maju dan berdaya saing global. Langkah strategis ini sesuai program prioritas yang ada di dalam roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (9/8/2019).
Inovasi sebutnya memainkan peranan yang sangat penting. Bahkan salah satu aspirasi yang ingin dicapai adalah meningkatnya kegiatan litbang di dalam negeri, yang diharapkan didukung dengan porsi anggaran litbang yang proporsional, minimal 2% dari total anggaran nasional.
“Semakin meningkatnya peranan inovasi litbang diharapkan membantu mewujudkan misi Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia di 2030, yang ditandai dengan meningkatnya kontribusi net ekspor sektor industri sebesar 10% terhadap PDB dan peningkatan produktivitas hingga dua kali lipat,” papar Ngakan.
Guna mencapai inovasi, diperlukan pemanfaatan teknologi terkini. Misalnya, teknologi berupa artificial intelligence (AI), advanced robotic, internet of things (IoT), 3D Printing, dan Augmented Reality/Virtual Reality(AR/VR).
“Kita harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi-teknologi tersebut sebagai momentum bahwa transformasi strategis ini bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, namun bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan industri nasional dan kemakmuran bangsa, sehingga tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Ngakan.
Oleh karena itu, pemerintah telah menetapkan lima sektor manufaktur yang mendapatkan prioritas pengembangan agar siap memasuki era industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri kimia, industri otomotif, serta industri elektronika.
“Selama ini, lima sektor industri itu mampu memberikan kontribusi sebesar 60% untuk PDB, kemudian menyumbang 65% terhadap total ekspor, dan 60% tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, BPPI Kemenperin terus berupaya membangun ekosistem yang mendukung tumbuhnya inovasi-inovasi di sektor manufaktur. Sebab inovasi akan mampu mempercepat penguasaan teknologi, sekaligus meningkatkan kapasitas inovator atau peneliti nasional. (*/kemenperin/UKM01)