Pacu Ekspor, Kementan Buka Akses Pasar

Pacu Ekspor, Kementan Buka Akses Pasar

Diposkan: 16 Jun 2019 Dibaca: 1197 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, SURABAYA- Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya melepas sebanyak 7 kontainer kopi atau 134 ton ke Poti, Georgia. Produk perkebunan unggulan asal Jawa Timur ini setara Rp134 miliar.

"Kami mendorong akses pasar ekspor baru. Ini bagian dari upaya strategis Barantan dalam meningkatkan dan percepatan ekspor komoditas  pertanian," kata Ali Jamil saat melepas ekspor kopi berjenis robusta asal Jatim di kantor Karantina Pertanian Surabaya,  dilansir dari laman pertanian.go.id, Minggu (16/6/2019).

Jamil memaparkan 4 upaya  strategis lainnya yang dilakukan guna mendorong ekspor. Masing-masing meningkatkan jumlah eksportir terutama di kalangan generasi millenial bangsa,  meningkatkan diiversifikasi atau keberagaman komoditas/produk dengan minimal produk setengah jadi.

Seperti kalajengking kering, komoditas unik asal Jawa Timur yang  sudah tembus pasar ekspor di Korea Selatan. Sepanjang 2019 sudah terkirim 150 kg dengan nilai ekonomi Rp. 3,75 miliar, atau pucuk kapri ke Taiwan dan masih banyak emerging product atau komoditas baru dengan peluang ekspor yang besar, ujarnya. Selanjutnya, langkah strategis lainnya meningkatkan frekwensi pengiriman komoditas pertanian dan meningkatkan volume komoditas.

Jamil menambahkan dalam membuka akses pasar baru, pihak karantina pertanian melakukan harmonisasi aturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor baru.

"Ini sejalan dengan  instruksi Menteri Pertanian, untuk cari terobosan ekspor dan akses pasar komoditas pertanian," tambahnya. Selain adanya penambahan pasar ekspor baru seperti negara Mauritius dan Armenia masing-masing untuk komoditas handycraft dan kopi, Karantina Pertanian Surabaya juga mencatat adanya kenaikan pelaku usaha dibidang agribisnis, khususnya eksportir.

"Jumlah eksportir sebanyak 338 baik perusahaan maupun perorangan, pelaku eksportir di Jawa Timur berjumlah 1.234 perusahaan, meningkat sekitar 5% dari tahun sebelumnya," terangnya.

Masing-masing eksportir untuk komoditas asal tumbuhan berjumlah 896 yang 26 perusahaan di antaranya sudah menerapkan sistem inline inspection. Sedangkan eksportir untuk komoditas hewan dan produk hewan sejumlah 438 baik perusahaan maupun perseorangan.

Jamil menjelaskan sesuai dengan perkembangan jaman, pihaknya juga melakukan bimbingan teknis memasuki pasar ekspor bagi generasi muda dengan program Agro Gemilang, layanan inovasi dan digitalisasi layanan agar dapat mendorong bisnis eksportasi produk pertanian.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi menjelaskan berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan diwilayah kerjanya rata-rata sertifikasi ekspor untuk komoditas tumbuhan sebanyak 120 kali per hari dan untuk komoditas hewan sebanyak 24 kali per hari.  Lalulintas komoditas pertanian ekspor melalui wilayah kerjanya di tempat pengeluaran di Bandar Udara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak. (*)

 

Sumber : Pertanian


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved