Optimisme Industri Pasar Modal Dibangun
Diposkan: 02 Aug 2018 Dibaca: 1234 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif menjelang tahun politik, termasuk bagi pasar modal. Sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Salah satu tantangan di tahun politik adalah tentang penguatan ekonomi, khususnya pasar modal. Yang perlu diperhatikan tidak hanya market, tetapi juga institusinya,”ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia dan Musyawarah Anggota Tahunan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2018, Rabu (1/8/2018).
Disebutkannya, ada dua tantangan bagi perekonomian Indonesia saat ini. Pertama, dari sisi politik, sebab tahun 2019, akan diselenggarakan Pemilu dan Pemilihan legislatif. “Kelancaran penyelenggaraan pesta demokrasi dan keamanan yang kondusif menjadi perhatian penting untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia,” tegasnya.
Airlangga meyakini, tahun politik di 2019 tidak akan berdampak negatif terhadap pasar modal di dalam negeri. Hal ini telah dibuktikan pada gelaran Pilkada serentak Juni lalu yang berjalan cukup aman dan damai. “Agenda politik setiap tahun pasti ada dan setiap lima tahun juga ada. Pilkada serentak kemarin berjalan aman, ini membuktikan investor tidak khawatir," tuturnya.
Kemudian tantangan kedua, yakni terkait dengan defisit neraca transaksi perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan. Menurutnya, presiden telah mendorong agar dua hal tersebut bisa ditekan.
Oleh karena itu, pemerintah berharap agar para emiten menjaga kinerjanya supaya dapat menjaga iklim investasi yang baik di Indonesia. Airlangga menyebutkan penguatan devisa merupakan salah satu tantangan besar untuk mengontrol dana keluar dari pasar keuangan atau capital outflow.
Jadi sambungnya, pemerintah akan mendorong penguatan pasar modal dengan meningkatkan pasar domestik sehingga pasar modal tidak rentan anjlok. “Domestic market ini bukan ritel, tetapi institusi domestik yang nanti bisa meningkatkan resilience di pasar modal,” jelasnya.
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang mengaku, sebagai emiten di bursa harus optimistis. “Setiap tantangan yang ada kita juga harus mencari kesempatan yang ada," ujarnya saat melihat pembukaan IHSG di hari itu mendekati level 6.000 atau di zona hijau. (*/UKM01)