Nurwahidah Terus Eksis Kembangkan Tenun Khas Deliserdang
Diposkan: 10 Mar 2019 Dibaca: 973 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Menenun bukanlah hal yang mudah, kerajinan yang menggabung-gabungkan benang ini membutuhkan kesabaran, keuletan dan juga harus memiliki tingkat kreativitas yang tinggi.
Di Deliserdang terdapat sejumlah penenun namun yang eksis tidak begitu banyak. Salah seorang yang terus konsisten mengembangkan kerajinan tenun adalah Nurwahidah (37) warga Jalan Medan, Lubukpakam, Deliserdang.
Usaha dengan brand Raki Tenun miliknya ini dikatakan sudah ada didekiserdnav sejak tahun 2011 silam. Ia memulainya saat ia memutuskan berhenti bekerja dari perusahaan tenun dengan masa abdinya selama 13 tahun.
"Saya memulia usaha tenun sejak saya menikah, saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membuka usaha sendiri," ungkapnya pada Sabtu (9/3/2019).
Berkat ilmu yang dimilikinya ia tidak lama bisa bangkit dengan usaha tenunnya.
Raki Tenun miliknya banyak disukai oleh berbagai kalangan. Apalagi tenun miliknya sangat cocok diaplikasikan pada berbagai bahan pilihan konsumennya. Adapun ciri khas Raki Tenun terletak pada corak dan motif. Ia lebih mengedepankan motif pucuk rebung dan bunga cengkeh. Kedua motif tersebut merupakan ciri khas Deliserdang dan sudah menjadi ikon.
"Awalnya saya hanya membuat tenun dengan bahan kemeja lalu bahan baju, kipas dan peci. Ciri khas tenun ikat ini menggunakan motif pucuk rebung dan bunga cengkeh yang merupakan khas melayu, Deliserdang,"ungkapnya.
Keindahan dari Raki Tenun pun saat ini bukan hanya dilirik oleh masyarakat lokal karena tenun ini kini sudah memiliki pasar mulai dari Padangsidimpuan, Jakarta, Bekasi, Bandung dan Kerawang, dan ia kerap ikut even bazar baik lokal maupun nasional.
"Tenun di Deliserdang belum banyak hanya beberapa orang dan hanya saya saja yang masih menonjol. Tapi saat ini tenun lumayan berkembang," katanya lagi.
Keistimewaan lainnya Raki Tenun dibuat masih dengan cara yang tradisional atau manual, untuk memproduksi tenun tenun nan cantik itu ia memperkerjakan 15 orang yang memang memiliki keahlian dalam bertemunya.
Dalam perbulan ia bisa memproduksi hingga 70 pcs. Pesanan berdatangan dari mana saja. Untuk harga ia mengatakan disesuaikan dengan bahan yang digunakan misalnya bahan semi, sutra ataupun bahan lainya. Harga dipatok mulai Rp350 ribu sampai Rp4 juta.
Sementara itu, ia juga mengaku kalau dulu tenun ini digunakan saat acara- acara adat dan acara resmi, namun saat ini sudah mengikuti perkembangan zaman dimana tenun ini bisa digunakan dalam acara pun. Karena tenun miliknya saat ini dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan kain apapun sesuai keinginan pemesannya.(UKM06)