Novi Berharap Rujak Kuini Primadona Buatannya Jadi Oleh-oleh Khas Medan

Novi Berharap Rujak Kuini Primadona Buatannya Jadi Oleh-oleh Khas Medan

Diposkan: 17 Jun 2019 Dibaca: 1092 kali



 

 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Jika biasanya rujak dikenal dengan cocolan bumbu kacang, berbeda dengan rujak buatan wanita cantik ini. Novi Andrina (31) warga Jalan Karya Wisata Medan Johor ini membuat rujak yang bumbunya berbahan kuini.

"Rujak ini beda dengan rujak pada umumnya, bumbunya saya buat dari kuini. Cara buatnya kuini digiling dengan cabai dan garam saja," katanya kepada UKMKOTAMEDAN.COM, Senin (17/6/2019).

Selain bumbunya yang berbeda, buahnya juga berbeda dengan rujak pada umumnya. Ia menggunakan buah yang sudah dimaniskan terlebih dahulu.

"Jadi buahnya saya gunakan buah yang sudah dimaniskan. Ada beberapa jenis yang saya gunakan diantaranya, manisan mangga, salak, pepaya dan juga kolang kaling," jelasnya lagi.

Rujak yang diakuinya hadir di tahun 2012 lalu ini ia rintis bermula saat ibunya pergi ke sebuah undangan pernikahan. Di acara sakral itu terdapat menu rujak kuini. Karena enak kemudian ibunya mencoba di rumah. Ternyata hasilnya enak dan kemudian ada yang mesan.

"Banyak pemesannya, jadi saya lanjutkan jadi usaha, jadi resepnya pake resep buatan ibu," katanya.

Selanjutnya, Novi yang merupakan ibu dari satu orang anak itu menyatakan menawarkan ke teman sekantornya. Lalu masuk ke sejumlah komunitas untuk mencari relasi.

"Alhamdulillah di lebaran kemarin pesanan sampai 100 kilogram lebih," katanya.

Dalam menjalankan usaha ini, ia mengaku tidak berjalan sendirian karena ada 10 reseler yang sudah bekerja sama dengannya membantu memasarkan produknya yang diberi nama Rujak Saos Kuini Primadona.

"Jualnya  sekarang dibantu teman-teman reseller. Saat ini sudah lebih dari 10 orang tetapi yang tetap ada 5," katanya lagi.

wanita yang akrab disapa dengan sebutan Novi ini mengaku Rujak Kuini Primadona masih dipasarkan secara online, buka pre-order di Instagram.

Keistimewaan rujak ini adalah ketahanannya. Rujak ini bisa tahan lama karena buahnya  dimaniskan. "Kalau disimpan di dalam kulkas bisa tahan 2 mingguan, tapi jika diluar bisa tahan hanya 2 hari," tegasnya.

Jika kebanyakan usaha kuliner berebut bekerjasama dengan jasa antar makanan seperti goofood atau grabfood, tidak dengannya, ia mengaku belum bekerjasama dengan goofood atau aplikasi pesan antar makanan lainnya  tetapi lebih mengandalkan  Google Map. "Jadi kalau ada yang mau cari tinggal ketik saja di-Google langsung dapat alamat saya," ucapnya.

Selain promosi di media sosial, ia juga kerap ikut di even bazar di Medan. Dan bahkan rujak yang bercitarasa segar ini juga sudah dipesan pembelinya dari berbagai daerah seperti Jakarta, Pekanbaru, Kendal Jawa tengah, Kediri, dan Jambi.

Sementara itu, ia juga mengaku mengalami sejumlah kendala dalam mengembangkan usaha ini."Kendala dalam usaha ini pengiriman keluar kota. Banyak yang mau namun berat di ongkir. Di Medan sendiri kendalanya bahan baku bumbunya yaitu kuini yang harganya berubah ubah. Dan keseringan mahal dan kualitasnya sering busuk," keluhnya.

Ia berharap usahanya ini terus berkembang. Dan ia ingin memiliki kafe dimana rujak inienjadi menu khas dan primadona dan ia Sangat menginginkan menjadi oleh-oleh setara dengan Bolu Meranti.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved