Ninda Pengusaha Varian Sambal Inginkan Produknya Bisa Jadi Oleh-oleh Medan

Ninda Pengusaha Varian Sambal Inginkan Produknya Bisa Jadi Oleh-oleh Medan

Diposkan: 18 Oct 2019 Dibaca: 1416 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Tak lengkap rasanya jika makan tanpa sambal yang jadi pelengkap makanan. Kini, jenis sambal juga semakin beragam dan kian bervariasi baik dari segi bahan baku hingga pengemasannya.

Melihat peluang ini, Ninda Wulandhari menjadikannya  sebagai bisnis. Ia berkreasi menciptakan sambal kemasan yang dijual dengan brand Cambal Bundah. Menggunakan nama yang tidak umum itu,  Ia mengatakan dengan nama yang tak umum, harapannya bisa membuat sambal buatannya terngiang pada pembeli.

"Awalnya saya memutuskan untuk membuka usaha karena saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja. Agar tetap mempunyai penghasilan meskipun sambil menjaga anak saya buat lah usaha sambal," ujar Ninda  pada Kamis (17/10/2019)

Dari banyaknya pilihan usaha, ia memilih menjual sambal karena pangsa pasar sambal yang dianggapnya masih sangat luas. Berkembangnya sambal khas dari kota lain membuat ia ingin Cambal Bundah bisa menjadi buah tangan saat orang berkunjung ke Kota Medan.

Cambal Bundah dipasarkan dengan tiga varian yang berbeda yaitu cambal bhawang, cambal baby cumi, dan cambal baby udang. Ia mengatakan cambal bhawang buatannya cocok menjadi teman makan ayam goreng, tempe goreng, atau makanan instan. Sedangkan dua varian lainnya cocok dijadikan lauk dan disantap bersama nasi hangat karena rasanya yang asin.

"Aku memang sengaja buat tiga varian saja. Tujuannya agar pelanggan itu enggak bingung ketika memilih varian sambal. Tapi enggak menutup kemungkinan juga jika ada permintaan kita membuat sambal jenis lain sesuai dengan selera pasar," katanya

Meski saat ini bisnis sambal tengah berkembang di pasar, Ninda tak ragu dengan sambal buatannya. Menurutnya tetap ada pembeda antara sambal nya dan sambal orang pada umumnya terutama dari segi rasa.

Ia memulai usaha ini dengan modal awal Rp1 juta. Ia mengerjakan usaha ini sendiri, kebanyakan ia menunggu pesanan baru akan membuat sambal. Mengingat sambal buatannya ini tidak menggunakan penyedap rasa dan juga pengawet, sambal hanya bisa bertahan satu hingga empat hari di suhu ruangan dan bisa bertahan sampai seminggu di dalam lemari es.

Harga bahan baku sambal yang tak pasti menjadi tantangan dalam usaha ini. Meski saat mahal ia tidak akan menaikkan harga sambal buatannya. Menurutnya kerugiannya akan tertutupi disaat harga cabai murah.

"Kalau cabai lagi mahal ya berarti untung sedang sedikit tapi kalau cabai lagi murah kita bisa dapat untung lebih banyak. Intinya aku jual sambal dengan harga yang selalu stabil lah enggak naik turun," katanya.

Sambal ini dijual dengan harga mulai dari Rp 20 ribu. Sambal dikemas dalam botol dengan ukuran 140 gram. Sebelum ditutup, pada bagian atas botol juga diberikan aluminium foil agar kedap udara dan tak mudah tumpah.

Sambal buatannya dipasarkan melalui instagram pribadinya. Ia menjual sambal secara online dan juga pada berbagai pameran. Hingga saat ini pengiriman sambal buatannya masih disekitar Kota Medan.

"Dalam membangun usaha harus tetap semangat dan jangan menyerah. Aku juga masih kerja, jadi pulang kerja aku masih mengurus sambal kadang aku mengerjakannya sampai larut malam. Intinya jangan mudah menyerah," tandasnya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved