Muhammad Anugrah Kreasikan Barang Bekas jadi Paket Gelang Berkemasan Cantik
Diposkan: 11 Sep 2018 Dibaca: 1203 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Kreativitas bisa mendatangkan uang. Kalimat motivasi yang tentu sudah banyak yang membuktikan kebenarannya. Salah satunya, Muhammad Anugrah (24 tahun) lewat Project N Ent (Project Nature Entrepreneur), lajang ini mulai merajut mimpinya.
Project N Ent adalah usaha yang dirintis Anugrah sejak sebulan belakangan, yakni memproduksi dua jenis gelang dari bahan yang cukup unik. Ada dua jenis gelang yang dikreasikan, satu dari kain, dan yang lain dari ritsleting berbahan plastik yang dipadukan dengan kemasan produk daur ulang berupa botol berbahan plastik, yang dikombinasikan dengan tali jerami dan stik es krim.
"Belajar buat gelang dari paman yang sudah buat aksesoris sejak setahun lalu. Saya tertarik belajar. Dua minggu, langsung bisa. Tapi, saya kini membuat gelang dengan kombinasi ritsleting, tali, dan kain. Ada dua jenis gelang yang saya buat, yang bahan ritsleting dan bahan kain," ujarnya kepada ukmkotamedan.com, Senin (10/9/2018).
Awalnya kata dia, memiliki banyak waktu luang di sela-sela kesibukannya sebagai penyiar radio, anak pertama dari tiga bersaudara itu memutuskan untuk melakoni aktivitas membuat gelang. "Baru sebulan lalu mulai Project N Ent ini. Awalnya karena banyak waktu luang. Sabtu-Minggu kan libur kerja. Jadi saya mulai buat gelang," kata dia.
Anugrah mengatakan, penggunaan ritsleting sebagai bahan gelang sengaja dia tidak menggunakan yang berbahan besi, agar tidak berkarat dan membuat gelang jadi tahan lama. Sementara untuk kemasan atau packaging, dia menggunakan botol bekas yang dibalut cantik tali jerami dan susunan stik es krim sebagai pelengkap.
"Kalau untuk bahannya, awalnya memanfaatkan barang sisa kayak ritsleting. Kebetulan paman saya bisa jahit. Dari situ saya mulai beli bahan, mulai ritsleting, tali dan kain dan stik es krim. Kalau untuk tali jerami saya pesan dari Jakarta. Untuk botolnya saya dapat dari beberapa tempat," sebut penyiar radio El Shinta tersebut.
Sejauh ini, Anugrah mengaku masih fokus membuat gelang. Menurutnya, gelang menjadi salah satu aksesoris yang cukup banyak peminatnya, baik laki-laki maupun perempuan, khususnya remaja. Untuk satu gelang, pengerjaannya kata dia tidak sampai satu jam. Yang cukup lama adalah membuat packaging yang memakan waktu hampir seharian.
Tidak monoton membuat kombinasi warna dan bentuk gelang, kata Anugrah, dia juga menerima pesanan sesuai warna yang diminta konsumen atau custom. Pria yang disapa Nugrah itu mengatakan, satu set gelang beserta packaging dia banderol dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp35 ribu saja.
Dengan harga tersebut, konsumen sudah mendapatkan gelang cantik plus packaging yang tak kalah menawan yang bisa digunakan untuk wadah penyimpanan atau sesuai dengan keinginan. Penetapan harga menurutnya sudah lewat survei ke sejumlah temannya, yang menilai harga tersebut sesuai.
Saat ini, untuk pemasaran, selain dari mulut ke mulut, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut mengaku memasarkannya lewat e-commerce seperti tokopedia.com dan qlapa.com dengan kata kunci Project N Ent. Koleksi gelang milik Anugrah juga bisa dicek di akun Instagram @projectn.net.
Upaya dia sebulan belakangan ini cukup membuatkan hasil. Bahkan, kata dia salah satu universitas di Aceh, menjadikan produk Project N Ent sebagai suvenir pertukaran pelajar ke Jepang. "Mereka pesan 35 set gelangm sebelumnya mereka cari sponsor untuk suvenir pertukaran pelajar ke Jepang, dan produk kami dipilih," bebernya.
Di samping mengembangkan produknya, Nugrah berharap ke depan bisa membangun sebuah galeri berisi produk-produk handmade milik berbagai pengrajin khususnya di Kota Medan. "Target pengen buat galeri handmade agar orang nyari aksesoris, semua ada dalam satu tempat," pungkasnya.(UKM05)