Mpek Mpek Ong, Bermodalkan Rp 300 Ribu Beromzet Jutaan Rupiah

Mpek Mpek Ong, Bermodalkan Rp 300 Ribu Beromzet Jutaan Rupiah

Diposkan: 11 Aug 2018 Dibaca: 1689 kali


UKMKOTAMEDAN.COM,MEDAN- Membangun bisnis tidak harus memiliki modal yang besar. Ini dibuktikan Ongko, pemilik Usaha MpekMpek Ong yang menghadirkan kuliner khas Palembang, empek empek. Usahanya yang dirintis sekira empat tahun lalu, hanya bermodalkan Rp 300 ribu.

Namun dengan semangat, kegigihan serta keyakinannya, usaha tersebut terus berkembang. Peminat kuliner buatan rumahan ini, tidak hanya datang dari Kota Medan saja. Namun ada juga dari luar kota juga ada seperti Aceh, Padang Lawas, Siantar.

Dituturkan Ongko, Sabtu (11/8/2018), pertama kali membuat kuliner khas Palembang ini, awalnya hanya untuk kebutuhan keluarga. Sebagai warga asli Palembang, Ongko mengaku acap kali merindukan kuliner tersebut.  Sebab di daerah asalnya, empek-empek ini bukan makanan selingan namun merupakan makanan khas yang biasa dikonsumsi setiap hari.

Tetapi setelah menetap di Medan Sekira empat tahun lalu,  Ongko mengaku kesulitan untuk mendapatkan kuliner yang satu ini di Kota Medan. “Kalau di Palembang, empek-empek ini bukan makanan selingan.  Karena pagi pun makan empek-empek. Jadi pas di Medan, ketika pengen makan pempek macamnya harus ke tempat yang rada seperti kafe baru ada. Ada sih yang jual, tapi susah nyarinya,”ujar Ongko.
 
Dari sekedar untuk konsumsi sendiri, Ongko pun mulai memperkenalkan menu tersebut kepada kawannya. Tidak tanggung-tanggung dia pun memintanya untuk menjadikan empek empek sebagai peluang usaha."Saat itu, saya tawarkan sama kawan mau nggak menjadikan empek-empek ini sebagai peluang usaha. Saya buat, dia yang masarkan,"sebutnya.  

Temannya pun mencoba untuk memperkenalkan kuliner khas Palembang ini. Hingga satu ketika, ada pesanan yang  diterimanya.  Dari sini, Ongko mulai merasa apa yang dia sajikan bisa diterima pasar.  Dia pun mulai termotivasi untuk berproduksi.

“Modalnya cuman Rp 300 ribu di tahun 2014. Ini hanya untuk beli bahan-bahan saja. Kita tidak membeli peralatan, karena peralatanya sama seperti untuk masak sehari-hari.  Jadi untuk alat tidak perlu investasi khusus,"ujar warga Jalan Gaperta Ujung ini.
 
Ongko yang mengaku tidak memiliki basic pengusaha ini pun, menyadari dalam membangun bisnis tidak cukup sekedar niat saja. Karenanya,  dia pun bergabung dengan Cikal untuk mendapatkan pembinaan. Hingga akhirnya dia pun berani dan optomis membangun bisnisnya.

Ongko menyebutkan empek-empek produksi rumahan ini yang menggunakan bahan baku berkualitas ini,  membidik pasar ekonomi menengah ke atas seperti wanita karir wanita, ibu rumah tangga. "Empek-empek ini, bisa dijadikan sebagai solusi untuk anak-anak yang tidak suka ikan sebagai alternatif,"imbuhnya.

Selama empat tahun membangun bisnis, Ongko mengaku tidak memulai outlet. Ini karena dia banyak menggadeng reseller dalam memasarkan kuliner khas Palembang  dengan varian yang beragam seperti kapal selam, lenjer.

"Untuk pemasaran, kita mengandalkan reseler serta promosi dari mulut ke mulut,"ujarnya. Saat ini, rata-rata memproduksi empek-empek buatan rumahan ini  mencapai 80 hingga 90 kemasan. Dimana setiap kemasannya dipasarkan seharga Rp 35 ribu. “Memang tidak selalu habis. Kadang habis, kadang tidak. Tergantung permintaan,"ujarnya.(UKM01)


Tags

1 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved