Morris Siregar, Melukis Wajah Presiden Jokowi dari Bubuk Kopi

Morris Siregar, Melukis Wajah Presiden Jokowi dari Bubuk Kopi
Morris S

Diposkan: 30 Apr 2018 Dibaca: 1856 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Karya seniman Medan, Morris Alexander Siregar mampu mengundang decak kagum pada Inacraft 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC) 25-29 April 2018. Dia memamerkan lukisan berwajah Presiden RI, Jokowi Widodo (Jokowi) yang berbahan dasar bubuk kopi. Ada dua karya Morris pada Inacraft ini yang bertemakan The Loftiness North of Sumatera. Satu lagi dia melukis Istana Maimoon yang juga menggunakan kopi.

Morris mengaku memilih kopi lantaran ingin menaikkan kopi ke level tertinggi dalam seni. "Kopi yang digunakan yang biasa saja dan dibeli dari pasar rakyat. Untuk lukisan wajah Pak Jokowi saya butuh waktu dua bulan menyelesaikannya. Tergantung tingkat kesulitan. Biasanya ada yang hanya lima, tujuh hari hingga sebulan," ujarnya.

Morris memang bukan seniman sembarang. Dia merupakan pelukis terkenal di Sumut bahkan Indonesia, dia sudah mendapat tiga rekor Muri untuk lukisan terbesar dari bubuk teh, lukisan terbesar dari limbah sawit dan mozaik kulit telur terbesar.

Pria yang tinggal di Medan Helvetia ini menjelaskan memilih wajah Jokowi lantara familiar dan ketika dipajang dimanapun pasti dikenal banyak orang. "Dan, kalaupun dibawa ke pameran luar negeri, orang sana juga kenal," timpalnya.

Hanya saja, meski banyak yang tertarik dengan lukisan Jokowi tersebut hingga berakhirnya pameran Inacraft belum berhasil berpindah tangan ke pembeli. "Yang pesan lumayan banyak untuk karya lainnya. Tapi untuk lukisan Pak Jokowi lagi pendekatan. Tawar-menawar. Saya banderol Rp70 juta, karena dalam proses pembuatannya dengan detail garis kecil," bebernya.

Sejatinya, pada awalnya Morris ini mulai menggeluti seni masih berbahan kulit telur sejak 2009. Dari pecahan kulit telur, dirangkai satu persatu dan ditempelkan pada berbagai media, hingga bisa dijual puluhan juta. Tidak hanya puas dengan kemampuan dengan kreasi kulit telur, Morris juga berinovasi dengan merambah seni rangkai arang, paku, biji-bijian dan juga bonsai hingga kopi.

Pun demikian, pria berusia 39 tahun ini sudah menggeluti berbagai pekerjaan sebelum menjadi seniman lukis, mulai dari koki hingga konsultan restoran dalam kurun waktu 12 tahun. Namun, jiwa seni yang besar memaksa keluar dan memutuskan melepaskan semua zona ‘aman’ untuk mencoba tantangan baru sebagai pengrajin kulit telur.

Bapak dua anak ini mengisahkan, semua berawal kegiatannya di dapur koki yang menemui banyak kulit telur yang terbuang percuma. “Sebagai konsultan restoran, juga sempat membuka restoran saya lebih banyak terlibat proses belanja. Kemudian saya menemui banyak kulit telur berserakan. Begitu juga saat belanja untuk interior restoran, saya merasa bisa membuatnya sendiri dengan jauh lebih indah. Akhirnya, saya memutuskan berhenti dan mengambil jalur seni telur,” kenangnya.

Karya pertama yang dibuatnya adalah lukisan. Pada prosesnya, kulit telur dibersihkan terlebih dahulu membuang kulit ari dan mencuci, kemudian dijemur baru diwarnai. Untuk menyatukan kulit telur, dia menggunakan perekat biasa. Sedangkan untuk medianya, Morris memanfaatkan pengrajin keramik yang ada di daerah Tanjungmorawa, Deliserdang.

Morris tidak cepat puas, dia kemudian memutuskan untuk membuat mozaik kulit telur besar yang masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) pertamanya, Juni 2012. Dengan ukuran 3 meter x 5 meter, Morris menghabiskan 80-an ribu kulit telur dari berbagai unggas. Karyanya ini masih dipajang di Lapangan Merdeka, Medan.

Namanya seni, Morris kadang mengenyampingkan persoalan laba-rugi. Soal penghasilan, Morris paham, karya seni tidak bisa setiap hari laku. Bahkan, saat pameranpun jarang laku. “Saya enggak peduli. Karena kalau laku, hasilnya saya bisa enggak usah kerja enam bulan,” pungkasnya. (UKM02)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved