Miris! Medan Surga Kuliner, Tapi yang Bersertifikasi Halal Sangat Minim
Diposkan: 31 Jul 2019 Dibaca: 944 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), Basyaruddin mengapresiasi Bank Indonesia telah fokus dalam pengembangan ekonomi syariah dan mendorong produk halal di Sumatera Utara.
Apalagi, spot dan tempat-tempat wisata yang berlabel halal di Medan umumnya Sumut masih sedikit.
Bahkan Medan yang dikenal sebagai surganya kuliner, faktanya bisa dihitung dengan jari yang mengantongi label halal.
Basyaruddin menyebut oleh-oleh Medan yang sudah mengantongi label halal seperti Napoleon juga Par Par Medan.
Mirisnya untuk restoran, kata Basyaruddin masih yang skala kecil-kecil yang mengajukan label halal. Yang besar, terutama restoran hotel bahkan belum ada.
"Untuk hotel yang baru mengajukan Hotel Garuda Plaza, yang lain belum ada. Kalau bisa disampaikan sangat baik, karena mereka yang datang. Ada satu hotel yang mengajukan sertifikasi, tapi begitu diperiksa bahannya ada yang tidak boleh," ujarnya, Rabu (31/7/2019).
"Jadi memang komitmen pemerintah ini sangat dipentingkan, paling tidak mengimbau. Dalam Undang-Undang Pangan ada disebutkan, pemerintah berkewajiban memberi jaminan bagi program-program yang dipersyaratkan halal, itu ada undang-undang, bahkan Medan sudah ada Perda halal," ungkapnya.
Kata Basyarudiin, UU Jaminan Halal Tentang No 33/2014 itu sangat jelas, produk yang masuk dan beredar wajib bersertifikat halal. "Bahkan sanksinya ada sampai Rp2 miliar. Tapi itu belum efektif, nanti 17 Oktober 2019, itu akan diberlakukan secara terukur," jelasnya.
Semua pihak harus bergandengan tangan mewujudkan ini. Termasuk seperti yang dilakukan Bank Indonesia "Sumut banyak sekali potensi UMKM yang cukup baik, tapi ada masalah-masalah misalnya di pemasaran, kemudian untuk pembiayaan sehingga mereka harus berkembang. Kalau saya melihat ini sangat baik BI memberikan perhatian yang cukup besar terhadap perkembangan mereka, sehingga nanti bisa membantu secara ekonomi, PAD Sumut," ungkap Basyaruddin.
Ia juga mengatakan saat ini ia juga melihat perhatian BI terhadap pengembangan ekonomi syariah ini sudah bersifat kontiniu, tidak hanya ceremonial saja, tetapi ada action.
Kemudian lanjutnya, sebelumnya BI sifatnya hanya memberikan edukasi kepada pengusaha-pengusaha saja, tahun ini bakal ada action bakal diberikan sertifikat, membantu UMKM mendapatkan sertifikat halal, ini akan kita suport lakukan kepada UMKM.
"Ini tindakan nyata, bukan hanya edukasi, sosialisasi tapi sudah nyata. Sehingga ini sangat membantu mereka, karena mereka ini ada semacam stater untuk menggerakkan mereka supaya jadi lebih maju dan berkembang," katanya
Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan hal penting lainnya yang perlu dukungan pemerintah kota Medan maupun provinsi perlu memberikan dukungan paling tidak suasana iklim sehingga bisa usaha itu berkembang. Tapi untuk mengembangkan Sumatera Utara ini cukup luas, menurutnya UMKM kurang lebih 2 juta, potensi untuk dikembangkan, ini harus dibuatkan juga dari pemerintah baik dari DPR, DPRD untuk memberikan suasana.
"Sehingga Medan nanti menjadi sebuah wisata yang menarik supaya wisatawan mancanegara itu bisa kita tarik ke Medan, dan merasa nyaman. Saat ini kenyamanannya masih dipertanyakan, banyak restoran yang belum berstandar halal, jadi mereka ragu sehingga mereka hanya sebagai transit, sehingga merugikan kita," pungkasnya. (UKM06)