Minimalisir Penggunaan Plastik, Pria Ini Hadirkan Sedotan Bambu, Diekspor hingga ke Eropa

Minimalisir Penggunaan Plastik, Pria Ini Hadirkan Sedotan Bambu, Diekspor hingga ke Eropa
Arif Syahputra Hasibuan

Diposkan: 28 Aug 2019 Dibaca: 120 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Sebagai upaya mengurangi penggunaan  sedotan plastik yang berpotensi besar sebagai penyumbang sampah berbahaya, pemuda ini menghadirkan sedotan yang terbuat dari bambu.


Warga Medan yang berada di bawah naungan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) ini menciptakan produk ramah lingkungan yang juga diproduksi secara alami serta dapat digunakan berkali-kali.

Arif Syahputra Hasibuan (28)  yang saat ini bertugas sebagai Marketing YEL (Yayasan Ekosistem Lestari),  mengatakan pihaknya telah mengembangkan produksi sedotan bambu beberapa bulan yang lalu.

"Awalnya produksi sedotan ini akhir tahun lalu kita mulai menjajaki sedotan bambu, info sedotan bambu ini, kita dapatkan dari teman-teman yang ada di Bali. Kita di bawah naungan YEL yang sudah banyak berkecimpung di dunia bambu, ada juga jembatan bambu juga di Haven, jadi saya inisiatif sama teman disini membuat sedotan bambu," ucap Arif, di Kantor Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Jalan KH Wahid Hasyim Medan, pada Selasa (27/8/2019)

Arif menjelaskan dalam hal produksi sedotan bambu ini, pihaknya telah membudidayakan pohon bambu jenis Bambu  Cina di sejumlah kawasan di Sumatera Utara (Sumut) dan pohon tersebut telah dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi sedotan bambu. Dalam pembuatannya, ia  juga berkolaborasi dengan masyarakat di Pancur Batu dan Bukit Lawang.

"Awalnya hanya lima pokok bambu cina yang kita gunakan untuk bahan baku sedotan karena permintaan banyak akhirnya kita kerjasama dengan masyarakat sekitar untuk menyediakan bambu cina dan membuat sedotan bambu. Produksi sedotan bambu ini di Pancurbatu dan Bukit Lawang. Di Pancurbatu, kita ada membuka bambu workshop, tempat pengolahan bambu, dan di Bukit Lawang itu langsung masyarakat pengrajin bambu," jelasnya.

Arif mengaku di awal produksi sedotan bambu ini, ia membutuhkan percobaan berkali-kali lalu ditemukan formula yang tepat. Percobaan yang dilakukannya gunanya untuk mengetahui seberapa masa ketahanan dan bagaimana agar sedotan bambu itu awet dan terhindar dari rayap. Dikatakannya untuk menghasilkan sedotan bambu ini  bambu terlebih dahulu dibentuk lalu diawetkan dengan menggunakan garam, agar tidak ada rayap.
 
"Bambu dipotong, dijemur kemudian dihaluskan yang pinggir dan ujungnya. Kemudian direndam dengan air garam, dijemur lagi dan dibersihkan lagi dengan aliran sungai," jelasnya.

Produksi sedotan bambu di Pancurbatu mencapai 750 pc dalam sebulan dan dikerjakan secara manual oleh dua pekerja. Sementara itu, di
Bukit Lawang, sejak Bulan Mei dan Juli ditegasnya sudah diproduksi 5.000 pc oleh satu kelompok.

"Sedotan bambu ini memiliki tiga ukuran yakni besar, sedang dan kecil. Ketahanan sedotan bambu ini dapat digunakan dalam satu tahun, namun saya menyarankan agar sedotan ini digunakan hanya dalam tiga hingga enam bulan. Sedotan bambu yang tidak terpakai ini bisa ditanam dan bisa terurai dalam waktu tiga bulan," ungkapnya.

Dalam hal pemasaran produk, Arif bersama tim memanfaatkan media sosial dan pameran di berbagai tempat. Tak tanggung-tanggung, kini sedotan bambu ini akan diekspor ke Negara Jepang sebanyak 15 ribu pc.

"Klien kita dari Jepang ini, jadi ia merupakan pembeli kopi dari orangutan kopi. Sehingga dia meminta sedotan bambu dibranding dengan orangutan kopi. Jadi khusus pesanannya diberi logo orangutan kopi agar seragam karena pemesan memiliki kafe di sana," katanya.

Untuk ekspor, harga sedotan bambu ini lebih kurang Rp15 ribu hingga Rp20 ribu persatunya. Karena butuh tambahan branding. Sedangkan untuk masyarakat lokal sedotan bambu dibandrol hanya Rp6 ribu.

Tak hanya akan diekspor ke Jepang, sedotan bambu ini sudah lebih dulu dikatakannya diekspor ke negara Eropa seperti Austria sebanyak 100 pc dan akan dijajakan juga ke Swiss.

Ia mengharapkan, di Sumut dan Medan ini harus  punya produksi bambu sendiri dan masyarakat bisa beralih dari sedotan platik ke sedotan bambu. "Untuk mencapai ini kedepannya, kita akan bikin gerakan seribu bambu untuk anak anak di Medan yang rencananya digelar di Lapangan Merdeka Medan, dan sebelumnya kita mau buat edukasi juga buat millenial dalam waktu dekat ini," tandasnya.(UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved