Milenial Dimotivasi Terjun ke Sektor Pertanian
Diposkan: 19 May 2019 Dibaca: 1229 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, GOWA- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong generasi milenial terjun ke sektor pertanian. Hal ini diwujudkan dalam kebijakan dan program. Salah satunya, mengubah Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) menjadi Polbangtan. Perubahan berimplikasi pada sejumlah hal substansial, antara lain kurikulum.
“Bila dulu kurikulum diisi teori sebanyak 60 persen dan sisanya praktik, sekarang justru sebaliknya. Kurikulum didominasi praktik dan hanya menyisakan 30 persen teori,”ujar Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin, saat menjadi pemateri di acara Bincang Asyik Pertanian (BAKPIA) di Gowa, seperti dikutip dari pertanian.go.id, Minggu (19/5/2019).
Dengan perubahan komposisi muatan praktik dan teori, penyusunan kurikulum tidak sepenuhnya diserahkan kepada internal Polbangtan. Pihak swasta dan perguruan tinggi juga ikut dilibatkan.
“Mahasiswa kami dulunya berangan-angan menjadi PNS. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Kami dorong mereka menjadi petani milenial, yaitu agropreneur yang bisa menciptakan lapangan kerja di bidang pertanian,”ujar Syaifuddin.
Selain menambah bobot praktik pada kurikulumnya, Polbangtan juga berupaya menumbuhkan minat para mahasiswa untuk bertani dengan memberikan bantuan modal.
“Kami siapkan modal sekitar 15 hingga 30 juta rupiah bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang tertarik menjadi agropreneur,”ujarnya.
Kesempatan untuk mendapatkan modal tidak hanya diberikan untuk para mahasiswa Polbangtan, tapi juga mahasiswa jurusan pertanian dari perguruan tinggi yang menjadi mitra polbangtan. Untuk mendapatkan modal tersebut, para mahasiswa disyaratkan untuk mengikuti mata kuliah kewirausahaan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Ismaya Parawansa menyebutkan Kementan menargetkan sebanyak 1 juta petani atau sebanyak 40.000 kelompok tani (poktan) milenial akan lahir pada tahun 2019. Menelisik capaian hingga pertengahan tahun ini, target tersebut diyakini dapat tercapai.
“Berdasarkan identifikasi petani milenial yang dilakukan hingga 30 April kemarin, tercatat sudah ada 28.540 poktan. Ini berarti 63,9 persen dari target yang ditetapkan,” ungkapnya.
Sejak mencanangkan target mencetak 1 juta petani milenial, Kementan melalui BPPSDMP terus menggiatkan program Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial untuk menumbuhkan minat generasi muda bekerja di bidang pertanian.
Pelaksanaan program ini digerakkan di seluruh provinsi di Indonesia dimulai dari Aceh sampai ke Papua. “Kami membaginya ke dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan,” sambung Ismaya.
Setiap zona mendapatkan jenis bantuan yang berbeda. Untuk tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, kelompok tani milenial akan mendapat bantuan benih. Sementara peternakan mendapatkan bantuan ternak, seperti sapi, kambing, dan ayam. (*)