Milad ke-2, IPEMI Sumut Santuni Kaum Dhuafa, Murid dan Guru Yayasan Nurul Sholih
Diposkan: 19 Oct 2018 Dibaca: 950 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Puluhan wirausahawati Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut menggelar bakti sosial, di Kawasan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Jumat (19/10/2018), di sela aktivitas usaha yang beragam.
Kegiatan sosial itu diisi dengan menyantuni ratusan siswa Yayasan Nurul Sholih dan puluhan warga kurang mampu di lokasi sekitar.
Kegiatan "Tasyakur Milad ke 2 IPEMI Sumatera Utara" dengan tema "IPEMI Peduli" itu digelar di salah satu pekarangan rumah warga sekitar, memberikan 150 paket keperluan siswa sekolah dasar di sekolah tersebut dan 40 paket sembako beserta uang tunai. Tidak ketinggalan guru di sekolah juga kebagian rezeki.
Ketua IPEMI Sumut, Hj Yulidar Bugis, SH, mengatakan, kegiatan sosial itu dilakukan dalam rangka memperingati milad Ipemi Sumut ke dua, 22 Oktober mendatang. "Tujuan kegiatan hari ini sehubungan dengan rangkaian kegiatan milad IPEMI Sumut di tanggal 22 Oktober, kita gelar kegiatan sosial ke masyarakat, baru kita sambung pada hari puncaknya, Senin (22/10/2018) di Sibiru-biru," ujarnya usai kegiatan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Yul sapaannya, pihaknya ingin lebih dekat dengan masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu. "Kita UKM, sekecil apapun yang dapat dari usaha kita itu selayaknya bisa berbagi dan bermanfaat untuk orang lain," ungkapnya.
Pilihan menggelar kegiatan di tempat itu kata Yulidar dilakukan lantaran banyaknya murid dari kalangan kurang mampu karena berbagai hal, salah satunya broken home. "Kalau kita lihat tadi itu kan anak jalanan semua orang tuanya, ada yang kadang baru 16 tahun tapi udah hamil. Jadi memang tidak ada yang memperhatikan mereka. Kita kasih berupa keperluan sekolah yang betul bisa dimanfaatkan anak-anak itu.
Di samping itu juga di sekeliling sekolah itu juga memang tempat orang kurang mampu. Bagaimana kita bisa membantu orang kurang mampu, makanya kita datang. Kita dikasih rezeki sama Allah SWT kita bisa bantu. Anak-anak kita kasih makan ayam goreng (Fried Chicken) peralatan sekolah, tas buku, pulpen, alat sekolah sama kaus kaki. Masyarakat berupa sembako, minyak goreng, beras, gula dan uang tunai," bebernya.
Hal itu juga kata Yulidar sebagai rasa syukur IPEMI Sumut karena meraih predikat terbaik se Indonesia dan mancanegara. "Dengan dua tahun ini IPEMI Sumut terbaik nomor dua Indonesia dan mancanegara, ke depannya kita harus lebih baik dari sebelumnya. Ke depannya juga kami harap bisa lebih banyak merangkul UKM, " ungkapnya lagi.
Dengan bersinergi dengan pemerintah, IPEMI diharapkan bisa lebih membantu UKM. Saat ini anggota IPEMI Sumut berjumlah 500 orang yang tersebar di 13 kabupaten/kota. "Kami tetap menerima siapapun yang bergabung. Cukup daftar pakai KTP dan muslimah, walaupun belum pakai jilbab. Mudah-mudahan segera pakai hijab," harapnya.
Kepala Yayasan Nurul Sholih, Nurasiah Nasution bersyukur atas perhatian yang diberikan IPEMI Sumut. "Alhamdulillah, jadi support buat kami sehingga kami sangat bersemangat apalagi melihat ibu Yulidar yang begitu antusiasnya membina anak-anak kami dengan memberi sumbangan. Guru- guru jadi semangat dan termotivasi bahwa pengusaha itu terlalu peduli dengan mereka (anak anak kurang mampu)," katanya.
Dijelaskannya juga, anak anak penerima bantuan tersebut adalah anak anak kurang mampu, dan sebagian besar anak jalanan, broken home. Kebanyakan juga anak-anak yang tidak punya status atau tidak memiliki kartu keluarga.
"Saya ingin anak anak ini jangan tidak mengenyam pendidikan, paling tidak memiliki ijazah SMA sehingga bisa bekerja. Apa lagi, biasanya mereka di jalan. Saya peduli, yang penting mereka punya ilmu untuk mencapai cita cita mereka," ucapnya.(UKM05)