Meski Menyandang Sarjana Pendidikan Tetap Eksis Dengan Usaha Menjahit

Meski Menyandang Sarjana Pendidikan Tetap Eksis Dengan Usaha Menjahit

Diposkan: 26 Jun 2018 Dibaca: 1454 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Di zaman sekarang gelaran sarjana tak lagi cukup untuk membuat masa depan sejahtera, apalagi jika dengan sarjana untuk mendapatkan gaji tinggi dan menjadi eksis. Sebab untuk eksis dan mendapatkan penghasilan lumayan harus memiliki skill (keahlian).

Terbukti pada wanita bernama Mistiati, S.Pd alumni Universitas Negeri Medan (Unimed) jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga, yang kini eksis di dunia tata busana alias menjahit. Padahal awalnya dunia tata busana bukanlah tujuan utamanya.Ini bermula, dari skripsinya yang ditunda sang dosen. Sehingga ia harus putar akal untuk membiayai kuliahnya satu semester kedepannya.

“Ketika itu butuh dana dipikiran hanya ingin kerja tapi bingung mau kerja apa. Nah, kebetulan ada teman yang buka usaha menjahit dengan nama Galery Niko Alamsyah dan aku coba kerja di sana,”ujarnya pada UKMKOTAMEDAN.COM, Selasa (26/6/2018).

Disini dia belajar dari nol. Sebab Karena jurusannya saat duduk dibangku kuliah, berbeda dengan jahit menjahit atau tata busana.  “Memang sih ngak jauh beda karena jurusanku itu lebih pada kreatifitas seperti membuat tas, sepatu, sarung bantal dan lainnya,”imbuhnya.

Tiga bulan bekerja, Mistiati mengaku menemukan passionnya.  “Aku yang suka menghias atau membuat model unik dalam model baju,” katanya. Anak ketiga dari empat bersaudara ini pun mulai tertarik membuat busana, keberuntungan datang, saat temannya meminta untuk membuatkan baju pernikahan.  Hasilnya, temannya pun menyukai dan memosting di media sosial.

“Temen-temen menyambut baik baju yang aku buat. Begitu juga tetangga, suka hasil baju yang aku pajang.  Dari sini, orang-orang mulai tahu dari mulut ke mulut. Yang awalnya saya gunakan 1 mesin jahit turun temurun dan itu peninggalan opung ke mamak aku dan kini ke aku,”ujarnya.

Mistiati menambahkan, dia juga memanfaatkan beasiswanya senilai Rp 600 ribu untuk membeli mesin obras bekas. “Alhamdulillah, sekarang aku punya 5 mesin jahit, 2 mesin obras, 1 mesin bordir dan 1 mesin kancing,” terang warga Jalan Pintu Air IV Gg. Kubah Lorong Pribadi ini.

Sejak tahun 2015 hingga saat ini, sudah lebih dari 100 orang baju tempahan pelanggan yang ia jahit. Bahkan jumlah ini, sebagian menjadi pelanggan tetapnya. Dari usaha ini, dalam satu bulan Mistiati mampu meraup omzet hingga Rp5 juta.

Dia pun mengaku senang jika pelanggannya suka dengan hasil karyanya dan datang kembali menjahit padanya. Begitupun mengaku terkendala promosi  dan lokasi usaha yang belum memadai. Tidak hanya itu, tidak jarang pelanggannya tidak datang mengambil hasil jahitan yang ia kerjakan.

“Baru 2 tahun belakangan ini jahitan yang sudah selesai tapi tidak diambil orangnya. Tapi gak aku bawa pusing. Selalu memikirkan rezeki sudah diatur oleh Allah dan ngak akan lari.  Ikhlaskan nanti Allah yang kasih rezeki yang lebih,”ujar pemilik akun @Misty_abla ini.

Dari usaha ini, Mistiati punya miliki memiliki workshop. “Harapan kedepannya ingin punya tempat usaha sendiri,”ujar Mistiati yang mematok upah jahit mulai Rp250 ribu perpotongnya baik  untuk model terbaru atau yang sedang hits maupun sesuai selera pelanggan.(UKM03)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved