Menuju UNESCO, Memaksimalkan Geo Produk Danau Toba
Diposkan: 10 May 2018 Dibaca: 1349 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berbenah untuk mendorong Danau Toba masuk dalam UNESCO tahun ini. Salah satunya dengan pengembangan Geo Produk yang selama ini masih dirasa kurang maksimal.
"Sekarang ini sangat krusial bagi kita, khususnya masyarakat Sumatera Utara untuk membawa Danau Toba ini untuk masuk UNESCO pada tahun ini. Jadi untuk kesiapan sesuai rekomendasi UNESCO, kita harus ada edukasi di masyarakat, konservasi dan harus ada pemberdayaan masyarakat. Salah satunya bagaimana ada Geo Produk, yang terkait dengan ekonomi kreatif. Inilah yang akan kita letakkan di setiap Geo Site sebagai destinasi wisata kita, di seluruh kawasan Danau Toba," ujar Debbie Rianui Panjaitan, Kepala Seksi Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Sumut di sela-sela Bekraf Young Technology Enterpreneurs (BYTE) di Karibia Hotel, kemarin (9/5/2018).
Dia menyebutkan Danau Toba memiliki potensi dalam pengembangan Geo Produk, misalnya bagaimana bisa menghasilkan produk karya lukisan yang bisa bernilai jual tinggi berbahan baku sabut kelapa dan pasir dengan tema keindahan danau. "Dua minggu lalu, kita bawa maestro dari Jogja untuk melukis satu daerah di kawasan Danau Toba dan hasilnya kita buat pameran. Nah itu bagian dari Geo Produk," timpalnya.
Diakuinya saat ini kemasan atau packaging produk dari kawasan Danau Toba masih belum maksimal. "Kemasan kita belum mantap. Inilah yang terus ditingkatkan. Termasuk, konsep ke depan, kita mau buat Geo Track, dimana turis bisa menyelusuri Danau Toba dan tahu sejarah bagaimana, nanti akan ada guide yang kita siapkan," timpalnya.
Menyinggung soal Danau Toba masuk UNESCO, Debbie menjelaskan, akan ditentukan pada Oktober 2018 ini. "Bulan sepuluh akan diumumkan di Milan atau Paris, apakah Danau Toba bisa masuk atau tidak. Saya optimis bisa, karena ini membawa Bendera Merah Putih. Pemerintah kita siap, walau di lapangan masih penataan, karena kita sudah bilang ke UNESCO pembangunannya secara bertahap. Yang penting kita lakukan dulu konsep rekomendasi yang mereka minta. Nanti bulan Juli akan ada tim asesor yang akan menilai kita," pungkasnya. (UKM02)